Hampir Rp 18 triliun. Angka sebesar itu sudah berhasil direalisasikan oleh Badan Gizi Nasional untuk Program Makan Bergizi Gratis hingga pertengahan Januari lalu. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, di hadapan anggota Komisi IX DPR RI dalam sebuah rapat kerja di Jakarta.
Menurut Dadan, penyerapan dana untuk program ini tergolong sangat cepat. Bahkan, bisa dibilang salah satu yang tercepat jika dibandingkan dengan kementerian dan lembaga negara lainnya.
"Pagi ini sudah mendekati Rp 18 triliun," ujarnya.
"Jadi ini mungkin salah satu badan atau kementerian yang sudah bisa merealisasikan anggaran sebesar itu."
Lantas, ke mana saja dana segitu besar mengalir? Salah satu bukti nyatanya adalah meluasnya jaringan dapur, atau yang resminya disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Per 19 Januari, lebih dari 21 ribu unit sudah beroperasi di berbagai penjuru daerah. Bayangkan, dapur-dapur itu kini menyediakan makan bergizi untuk sekitar 58,3 juta orang.
Tak cuma untuk pembangunan, operasional hariannya juga sudah menyerap dana tak sedikit. Dadan menyebut angka Rp 855 miliar telah disalurkan hanya untuk memastikan roda kegiatan di tiap SPPG berjalan tanpa hambatan.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 8%, Investor Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp2,48 Triliun
IFSH Cetak Kenaikan 81,56% di Tengah Pelemahan IHSG 7,89%
Wall Street Ditutup Merah Pekan Lalu, Dihantam Ketegangan Timur Tengah dan Data Pekerjaan AS yang Lemah
Laba Bersih PGN Anjlok 36,5% Meski Pendapatan Naik 4,9%