Hampir Rp 18 triliun. Angka sebesar itu sudah berhasil direalisasikan oleh Badan Gizi Nasional untuk Program Makan Bergizi Gratis hingga pertengahan Januari lalu. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, di hadapan anggota Komisi IX DPR RI dalam sebuah rapat kerja di Jakarta.
Menurut Dadan, penyerapan dana untuk program ini tergolong sangat cepat. Bahkan, bisa dibilang salah satu yang tercepat jika dibandingkan dengan kementerian dan lembaga negara lainnya.
"Pagi ini sudah mendekati Rp 18 triliun," ujarnya.
"Jadi ini mungkin salah satu badan atau kementerian yang sudah bisa merealisasikan anggaran sebesar itu."
Lantas, ke mana saja dana segitu besar mengalir? Salah satu bukti nyatanya adalah meluasnya jaringan dapur, atau yang resminya disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Per 19 Januari, lebih dari 21 ribu unit sudah beroperasi di berbagai penjuru daerah. Bayangkan, dapur-dapur itu kini menyediakan makan bergizi untuk sekitar 58,3 juta orang.
Tak cuma untuk pembangunan, operasional hariannya juga sudah menyerap dana tak sedikit. Dadan menyebut angka Rp 855 miliar telah disalurkan hanya untuk memastikan roda kegiatan di tiap SPPG berjalan tanpa hambatan.
Mekanisme penyalurannya sendiri dilakukan langsung dari kas negara ke rekening masing-masing dapur. Dari setiap alokasi yang diterima, rincian penggunaannya cukup jelas: 70 persen untuk beli bahan baku makanan, 20 persen buat operasional dan honor relawan, dan sisa 10 persennya jadi insentif bagi para mitra program.
Lanjutan dari Tren Tahun Lalu
Capaian di awal tahun ini sebenarnya melanjutkan tren yang sudah terbentuk sepanjang 2025. Tahun lalu, Program MBG tercatat menghabiskan anggaran hingga Rp 55,2 triliun. Sebuah angka yang fantastis.
"Selama satu tahun, berkat bimbingan dan sokongan Ibu Bapak sekalian, pada tanggal 31 Desember 2025 kita tutup dengan jumlah SPPG 19.188 dan melayani 55,5 juta penerima manfaat," imbuh Dadan menambahkan.
Jadi, jika dirunut, pertumbuhan jumlah dapur dan penerima manfaat dari akhir tahun lalu ke Januari ini terlihat cukup signifikan. Programnya terus bergerak, dan dananya terus terserap. Pertanyaannya sekarang, apakah dampaknya di lapangan sudah sebesar angka-angka yang tercatat?
Artikel Terkait
IHSG Turun Tipis, Saham BOBA dan LAND Melonjak di Atas 34%
IHSG Turun 0,46% Meski Mayoritas Sektor Menguat
Harga Tembaga Tertekan Imbas Ketegangan AS-Iran dan Ketidakpastian The Fed
PT Mulia Boga Raya (KEJU) Bagikan Dividen Rp89,88 Miliar, Setara 50% Laba Bersih