IHSG Turun 0,46% Meski Mayoritas Sektor Menguat

- Selasa, 21 April 2026 | 16:40 WIB
IHSG Turun 0,46% Meski Mayoritas Sektor Menguat

Perdagangan saham di akhir sesi kedua Selasa sore (21/4) ditutup dengan catatan merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 34,73 poin, atau setara 0,46 persen, hingga ke posisi 7.559,38. Suasana pasar terlihat cukup beragam hari ini.

Dari papan pencatatan, jumlah saham yang naik memang lebih banyak, yakni 405 emiten. Namun, pelemahan di sejumlah saham besar cukup signifikan menekan indeks. Saham yang melemah tercatat 283, sementara 271 lainnya stagnan atau flat.

Menariknya, meski IHSG melemah, sembilan dari sebelas indeks sektoral justru berpendar hijau. Hanya dua sektor yang terseret: energi dan infrastruktur, masing-masing anjlok 1,02 persen dan nyaris tak bergerah di zona merah 0,07 persen. Ini menunjukkan pelemahan lebih terkonsentrasi, bukan aksi jual massal.

Aktivitas perdagangan terbilang cukup sibuk. Volume transaksi mencapai 40,77 miliar saham dengan nilai tukar Rp17,38 triliun. Frekuensinya pun tinggi, mencatat 2,67 juta kali perdagangan. Kapitalisasi pasar bertengger di angka Rp13.442 triliun.

Di tengah pelemahan indeks, ada beberapa saham yang justru melesat luar biasa. Puncak gainers diduduki oleh BOBA (PT Formosa Ingredient Factory Tbk) yang melonjak 34,91% ke level Rp228. Di belakangnya, saham LAND (PT Trimitra Propertindo Tbk) dan LCKM (PT LCK Global Kedaton Tbk) juga meroket, masing-masing naik 34,72% dan 34,48%.

Namun begitu, sisi lain papan perdagangan tampak suram untuk beberapa emiten. DSSA (PT Dian Swastika Sentosa Tbk) terpuruk hampir 15%, menjadi Rp2.780. POLU (PT Golden Flower Tbk) dan IFSH (PT Ifishdeco Tbk) juga mengalami nasib serupa, dengan penurunan mendekati 15 persen. Pelemahan tajam di beberapa saham ini cukup memberi tekanan pada indeks secara keseluruhan.

Pasar saham hari ini, singkatnya, adalah gambaran tentang dua sisi yang berbeda: optimisme sektoral yang tersebar, namun diredam oleh aksi jual terfokus pada saham-saham tertentu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar