Israel bersiap menyambut sebuah festival yang mengklaim diri sebagai yang terbesar di Timur Tengah untuk komunitas LGBT. Rencananya, acara bertajuk "Pride Land" ini akan digelar di tepi Laut Mati pada awal Juni mendatang.
Yang menarik, promosi festival ini justru mengemuka di tengah situasi yang jauh dari damai. Sudah beberapa tahun belakangan, Israel berhadapan dengan berbagai front konflik. Mulai dari Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, hingga Houthi di Yaman dan Iran sendiri. Di tengah segala ketegangan itu, rencana pesta besar-besaran ini pun muncul.
Menurut laporan Jerusalem Post yang dikutip media, "Pride Land" dijadwalkan berlangsung selama empat hari penuh, mulai 1 Juni. Acara ini digadang-gadang bakal menjadi yang terbesar sepanjang sejarah kawasan.
Bayangkan saja, sebagian dari Gurun Yudea yang gersang akan disulap menjadi pusat pesta. Rencananya, ada 15 hotel dan kompleks tepi pantai yang akan dipakai. Pertunjukan musik dan hibiran lainnya dikabarkan akan berlangsung nyaris tanpa henti, siang dan malam.
Di balik acara ambisius ini ada nama Aaron Cohen. Sebagai produser utama dan penggagas, ia tak ragu menyatakan targetnya.
"Ini akan menjadi proyek terbesar untuk komunitas kami di Israel, bahkan mengalahkan skala parade tahunan di Tel Aviv," ujar Cohen.
Ia menggambarkan betapa besarnya usaha yang dilakukan. "Bayangkan, menginvestasikan jutaan dolar, memesan seluruh kamar hotel untuk empat hari, dan pada dasarnya membangun sebuah kota dari nol di tengah gurun."
Artikel Terkait
Brimob Siaga Antisipasi Dampak Sosial Konflik Global
Manchester City Incar Puncak Klasemen dengan Modal Statistik dan Momentum
Bareskrim Sita 76 Ribu Unit Ponsel Ilegal Senilai Rp235 Miliar di Sidoarjo dan Jakarta
Polisi Tangkap Dua Pelaku Curanmor Bersenjata di Serang, Sita Dua Senjata Api Rakitan