Tiga Smelter Raksasa Vale Indonesia Pacu Progres, Target Operasi 2026-2027

- Senin, 19 Januari 2026 | 16:54 WIB
Tiga Smelter Raksasa Vale Indonesia Pacu Progres, Target Operasi 2026-2027

Smelter Bahodopi ini dirancang untuk menelan 5,5 juta ton saprolite dan 10,4 juta ton limonite per tahun. Keluaran yang diharapkan sekitar 66 ribu ton MHP. Sama seperti di Pomalaa, mereka juga butuh stok bijih untuk tiga bulan operasi.

Nah, yang terakhir adalah proyek di Sorowako, Sulawesi Selatan. Ini agak tertinggal. Progres fisiknya baru sekitar 17 persen. Mitranya masih Zhejiang Huayou Cobalt, tapi kemungkinan ada partner ketiga yang masih dalam tahap penilaian.

"Ini joint venture juga antara Vale dan Huayou, walaupun partner yang kemudian akan menjadi partner ketiga masih dalam assessment. Tapi ini mungkin secara progres ini yang paling terlambat dibandingkan dengan Pomala dan Bahodopi," papar Bernardus.

Target operasinya baru di tahun 2027. Kapasitasnya lebih kecil, sekitar 60 ribu ton MHP per tahun, dengan kebutuhan bahan baku 11,5 juta ton limonite.

Di akhir pemaparannya, Bernardus meminta dukungan dari anggota dewan. Pasokan bijih nikel untuk ketiga smelter ini harus terjaga kelangsungannya. Semua proyek, menurutnya, berjalan sesuai rencana.

"Diharapkan di Pomalaa di Agustus bisa selesai paling tidak dua autoclave, dua line. Kemudian nanti secara reguler, secara bertahap akan di Januari 2027 itu sudah selesai semuanya. Kemudian yang di Bahodopi juga diperkirakan kuartal IV tahun ini juga jadi, dan kemudian yang di Sorowako diharapkan 2027," pungkasnya.

Jadi, itulah update terkininya. Jika tak ada kendala berarti, dalam dua-tiga tahun ke depan, ketiga smelter raksasa ini akan mulai beroperasi dan mengolah nikel di tanah Sulawesi.


Halaman:

Komentar