Perkembangan tiga proyek smelter nikel milik PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus bergulir. Bernardus Irmanto, Direktur Utama perusahaan, memaparkan kemajuannya dalam rapat dengan Komisi XII DPR, Senin (19/1). Ketiga proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) itu tersebar di Sulawesi, tepatnya di Pomalaa, Bahodopi, dan Sorowako.
Yang paling cepat progresnya adalah proyek di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Bernardus menyebut, dua autoclave peralatan inti untuk proses HPAL sudah tiba di lokasi. Masih ada tiga lagi yang bakal menyusul.
"Progres sampai dengan saat ini, dua autoclave sudah datang, dan kemudian autoclave yang lain akan menyusul, ada lima autoclave yang akan datang," jelasnya.
Dia menargetkan mechanical completion atau penyelesaian tahap mekanik bakal tercapai pada Agustus 2026. Saat itu, smelter sudah harus siap menerima pasokan bijih. Mereka perlu menyiapkan stockpile yang cukup untuk operasi selama tiga bulan.
"Saat ini, konstruksi sudah mencapai 60 persen dan kita harapkan di bulan Agustus tahun 2026 itu dalam tanda kutip sudah bisa melakukan mechanical completion," imbuh Bernardus.
Proyek ini merupakan kerja sama dengan raksasa baterai asal China, Zhejiang Huayou Cobalt, dan Ford Motor dari AS. Kapasitas produksinya ditargetkan mencapai 120 ribu ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) per tahun. Pasokan bijihnya akan datang dari Blok Pomalaa yang punya cadangan lumayan besar: 21 juta ton limonite dan 7 juta ton saprolite setiap tahunnya.
Lalu, ada proyek kedua di Bahodopi, Sulawesi Tengah. Skemanya mirip: smelter HPAL plus tambang, tapi dengan mitra berbeda. Vale menggandeng GEM dari China dan Ecopro asal Korea Selatan.
Target penyelesaiannya di kuartal IV 2026. Namun, Bernardus sedikit berharap. "Mudah-mudahan semua hal terkait dengan perizinan bisa cepat kami peroleh," ungkapnya. Izin, seperti biasa, sering jadi penentu.
Artikel Terkait
Purbaya Buka Suara soal Pertukaran Juda Agung dan Thomas Djiwandono
Bakrie & Brothers Gelar Rights Issue Usai Akuisisi Tol Cimanggis-Cibitung
Tommy Djiwandono Bersiap Tinggalkan Kemenkeu, Menuju Kursi Deputi Gubernur BI
Pasar Modal Indonesia Tunjukkan Ketangguhan di Tengah Gejolak Global