Di sisi lain, pandangan serupa datang dari Phintraco Sekuritas. Mereka menyebut IHSG berpeluang mencetak level tertinggi baru lagi, didorong penguatan saham-saham sektor cyclical. Namun begitu, sektor industrial justru tertekan, ikut melemah seiring pelemahan nilai tukar Rupiah.
“IHSG berpeluang menguji level 9.100-9.200 pada pekan ini,” proyeksi Phintraco.
Mereka juga mengingatkan satu agenda penting pekan ini: Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 20–21 Januari. Pertemuan ini pasti akan jadi perhatian utama para investor.
“Diperkirakan BI masih akan mempertahankan BI Rate tetap pada level 4,75 persen karena Rupiah yang masih lemah. Selain itu akan dirilis data pertumbuhan kredit bulan Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 7,6 persen yoy dari 7,74 persen yoy,” jelas Phintraco.
Adapun rekomendasi saham dari Phintraco untuk dicermati antara lain BFIN, ISAT, CDIA, MAPI, TLKM, dan SIDO.
Ingat, setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab Anda sepenuhnya. Informasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu.
Artikel Terkait
Dari Satu Telur Dibagi Tiga, Ibu-Ibu Lampung Bangkit Jadi Pengusaha
IHSG Diprediksi Sideways, Ini Deretan Rekomendasi Saham Pilihan Analis
Harga Emas Antam Melonjak Rp 40 Ribu per Gram, Pajak Penjualan Ikut Berubah
Arus Balik Jabotabek Tembus 157 Ribu Kendaraan, Mayoritas dari Arah Timur