Libur Panjang Januari Tak Berdampak Signifikan pada Hunian Hotel

- Minggu, 18 Januari 2026 | 19:06 WIB
Libur Panjang Januari Tak Berdampak Signifikan pada Hunian Hotel

Libur panjang akhir pekan di pertengahan Januari kemarin memang ramai. Tapi, kalau ditanya soal tingkat hunian hotel, angkanya ternyata tak melonjak signifikan. Begitulah catatan yang dirasakan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Maulana Yusran, Sekjen PHRI, bilang ada peningkatan sih. Cuma ya, nggak banyak-banyak amat.

"Ada peningkatan, tapi peningkatan itu sih gak banyak ya," ucap Yusran pada Minggu (18/1).

Ia melanjutkan, "Paling dari regular itu kenaikannya cuman 10-20 persen. Enggak pengaruh (long weekend), naik sih naik, tapi okupansinya juga rendah."

Fakta itu kian jelas kalau lihat tarif kamar. Harganya masih standar, nggak sampai melambung tinggi seperti saat musim puncak liburan. Ini jadi penanda lain bahwa animo masyarakat ternyata biasa saja.

Nah, menurut Yusran, kondisi ini sebenarnya menyiratkan hal lain: daya beli yang agak melemah. Apalagi, libur panjang kali ini posisinya berdekatan dengan hari libur lainnya. Orang-orang baru saja selesai menghabiskan uang untuk libur akhir tahun. Jadi, wajar kalau mereka agak menahan diri.

"Tapi kalau di libur ini saya rasa lebih kepada daya beli agak sedikit melemah sekarang," jelasnya.

"Orang juga baru selesai liburan di akhir tahun, jadi enggak terlalu banyak juga mereka akan bergerak. Ini kan dempet-dempet, sebentar lagi Imlek, jadi banyak pilihan libur lah," tambah Yusran.

Di sisi lain, ada faktor besar yang bikin orang menunda: Lebaran. Momen Idul Fitri yang jatuh pada Maret mendatang sepertinya jadi prioritas utama banyak keluarga. Daripada keluar duit sekarang, mereka memilih menabung untuk liburan yang lebih besar nanti.

"Jadi banyak mereka menyimpan untuk libur lebaran nanti, karena sebentar lagi, 2 bulan lagi lah ya. Itu mungkin salah satu faktor juga jadi mereka lebih bagus mereka simpan buat nanti," tuturnya.

Dengan semua pertimbangan itu, Yusran memprediksi puncak okupansi hotel baru akan benar-benar terasa nanti. Saat Lebaran tiba, atau ketika libur semester sekolah berlangsung. Puncaknya tentu saja di musim Natal dan tahun baru. Saat itulah, industri perhotelan bisa kembali menarik napas lega.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar