Libur panjang akhir pekan di pertengahan Januari kemarin memang ramai. Tapi, kalau ditanya soal tingkat hunian hotel, angkanya ternyata tak melonjak signifikan. Begitulah catatan yang dirasakan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Maulana Yusran, Sekjen PHRI, bilang ada peningkatan sih. Cuma ya, nggak banyak-banyak amat.
"Ada peningkatan, tapi peningkatan itu sih gak banyak ya," ucap Yusran pada Minggu (18/1).
Ia melanjutkan, "Paling dari regular itu kenaikannya cuman 10-20 persen. Enggak pengaruh (long weekend), naik sih naik, tapi okupansinya juga rendah."
Fakta itu kian jelas kalau lihat tarif kamar. Harganya masih standar, nggak sampai melambung tinggi seperti saat musim puncak liburan. Ini jadi penanda lain bahwa animo masyarakat ternyata biasa saja.
Nah, menurut Yusran, kondisi ini sebenarnya menyiratkan hal lain: daya beli yang agak melemah. Apalagi, libur panjang kali ini posisinya berdekatan dengan hari libur lainnya. Orang-orang baru saja selesai menghabiskan uang untuk libur akhir tahun. Jadi, wajar kalau mereka agak menahan diri.
Artikel Terkait
Stok Beras Aceh Melimpah, BULOG Pastikan Ramadan dan Lebaran Aman
68 Desa di Aceh Masih Gelap, Tim PLN Terobos Medan Terisolir Pascabencana
Purbaya Tegaskan Dana Transfer ke Daerah untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Tak Dipotong
Pefindo Pangkas Peringkat PTPP, Prospek Negatif Mengintai