Wall Street Bangkit Ditopang Reli Saham Chip dan Data Tenaga Kerja yang Menguat

- Jumat, 16 Januari 2026 | 07:10 WIB
Wall Street Bangkit Ditopang Reli Saham Chip dan Data Tenaga Kerja yang Menguat

Setelah dua hari bertelanjang kaki di jalanan merah, Wall Street akhirnya bangkit lagi pada Kamis (15/1/2026). Penguatan ini, meski tak terlalu spektakuler, cukup untuk mengembalikan sedikit senyum. Pendorong utamanya? Saham-saham chip yang kembali bersinar, menarik sektor teknologi secara keseluruhan untuk ikut merangkak naik.

Dow Jones berhasil mencatat kenaikan 292 poin, atau sekitar 0,6 persen. Sementara itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq sama-sama bertambah 0,3 persen. Angka-angka ini mungkin tak mencengangkan, tapi cukup memberi angin segar.

Reli di sektor chip ini tak datang tiba-tiba. Sentimen positif dipicu oleh laporan pendapatan Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSM) yang ternyata lebih solid dari perkiraan banyak analis. Raksasa kontrak chip ini mendapat dorongan kuat dari permintaan gila-gilaan untuk prosesor canggih, terutama yang terkait dengan perkembangan kecerdasan buatan. Bagi banyak pelaku pasar, kinerja TSM selalu jadi barometer penting untuk membaca arah industri.

Yang menarik, minat investor terhadap saham chip ini tetap tinggi meski ada kabar dari Gedung Putih. Presiden Donald Trump baru saja memberlakukan tarif 25 persen untuk impor beberapa chip komputasi canggih. Namun begitu, kebijakan itu dinilai tak akan terlalu menggoyang produsen utama yang fasilitasnya sudah berbasis di AS.

Gejolak Politik dan Bicara The Fed

Di luar bursa, perhatian juga tertuju pada dinamika geopolitik. Trump terlihat optimis soal pembicaraan akuisisi Greenland, meski pihak Denmark menyatakan ada "ketidaksepakatan mendasar".

"Saya pikir sesuatu akan berhasil," ujar Trump mengenai Greenland.

Pernyataan itu ia lontarkan usai pertemuan pejabat tinggi AS dengan menteri luar negeri Denmark dan Greenland. Di front lain, ketegangan dengan Iran agak mereda. Trump menyebut informasi yang diterimanya menunjukkan pembunuhan dalam penindakan protes di Iran telah berkurang, dan ia tak melihat rencana untuk eksekusi skala besar. Komentar ini sedikit meredakan kekhawatiran akan eskalasi militer.


Halaman:

Komentar