Di sisi lain, Ari juga menyoroti pentingnya efisiensi. Tapi bukan efisiensi sembarangan. Menurutnya, penataan biaya operasional dan pendanaan harus tetap berjalan beriringan dengan komitmen pada keselamatan dan kualitas layanan. Dua hal itu, katanya, tidak bisa ditawar.
Dan untuk mewujudkan semua itu, kunci utamanya ada pada manusia. Ari berjanji akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di internal perseroan. Mereka harus menjadi partner bisnis dalam satu keluarga besar HUMI Grup.
Tak ketinggalan, isu tata kelola dan sustainability juga masuk dalam prioritas. Ari menegaskan komitmen kuat perusahaan terhadap prinsip Good Corporate Governance dan integrasi Environmental, Social, and Governance (ESG). Ini akan jadi bagian dari strategi jangka panjang.
"Dalam kerangka ESG, HUMI berkomitmen menjadi pelopor best practice pelayaran dengan meminimalkan carbon foot print dan dampak lingkungan," jelas Ari.
Roadmap ESG HUMI, pungkasnya, akan diselaraskan dengan arah transisi energi baik di tingkat nasional maupun global. Sebuah deklarasi yang cukup ambisius, tentu saja, untuk dunia maritim yang sedang berubah.
(taufan sukma)
Artikel Terkait
BGN Klarifikasi Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG: Skema Efisien, Risiko Ditanggung Mitra
Salim Ivomas (SIMP) Catat Laba Bersih Rp2,07 Triliun, Tumbuh 33% di 2025
Proyek Giant Sea Wall Butuh Dana Hingga 100 Miliar Dolar AS
OJK Jatuhkan Denda Rp3,4 Miliar dan Bekukan Izin KGI Sekuritas Terkait IPO Bermasalah