Di sinilah konsep jembatan cincin donat itu muncul. Fungsinya sederhana: menyatukan keempat area yang selama ini terpisah. Rancangannya dibuat khusus untuk pejalan kaki dan pesepeda, bukan untuk kendaraan.
imbuhnya.
Soal waktu pelaksanaan, pihak MRT sedang berusaha mempercepat segala proses. Mulai dari desain detail hingga uji tanah.
harap Tuhiyat.
Sebelumnya, ide proyek ini sudah digodok bersama Pemprov DKI. Konon, ide awalnya muncul setelah Gubernur Pramono Anung meninjau langsung dan menilai integrasi di Dukuh Atas masih belum optimal. Jembatan ini kemudian dirancang melingkar, selaras dengan bentuk simetris kawasan, dengan lebar total 12 meter. Tujuh meter untuk pejalan kaki dan pesepeda, sisanya lima meter untuk area komersial.
Target besarnya? Integrasi penuh kawasan Dukuh Atas diharapkan tuntas pada 2027. Jika terwujud, simpul tersibuk di Jakarta ini akan bertransformasi jadi ruang yang jauh lebih ramah pejalan kaki dan mendukung mobilitas yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Kertajati Bertahan, Berjuang Lepas dari Status Bandara Hantu
PELNI Logistics Gandeng E-Commerce, Genjot Pengiriman ke Pelosok Lewat Jalur Laut
IRSX Siapkan Rights Issue Rp3,72 Triliun, Investor Diberi Bonus Waran
Riyal Iran Terjun Bebas, Warga Berhadapan dengan Harga Pangan yang Meledak