Tahun 2025 kemarin, pemerintah Indonesia ternyata cukup sibuk menjalin kerja sama ekonomi. Tak tanggung-tanggung, ada tiga perjanjian baru yang berhasil disepakati. Tujuannya jelas: membuka akses pasar ekspor kita lebih lebar lagi.
Menteri Luar Negeri Sugiono yang membeberkan soal ini. Menurutnya, tiga kerja sama itu dijalin dengan Kanada, Peru, dan juga Eurasian Economic Union (EAEU).
Ucap Sugiono di Gedung Pancasila, Jakarta, Rabu (14/1) lalu, dalam acara Pernyataan Tahunan Menlu. Ruangannya mungkin penuh, tapi pesannya terdengar jelas: Indonesia sedang memperluas jaringan.
Nah, itu belum semuanya. Selain tiga perjanjian tadi, pemerintah masih punya target lain. Mereka ingin merampungkan perundingan CEPA dengan Uni Eropa dan juga PTA dengan Mauritius. Prosesnya masih berjalan, tapi targetnya sudah ditancap.
Kalau dilihat di tingkat kawasan, fokusnya ada pada implementasi peningkatan kerja sama ASEAN-China dan juga Indonesia-Jepang. Tapi yang menarik, pemerintah seperti tak mau berhenti di situ. Mereka juga mendorong pembukaan kerja sama dengan mitra baru di Afrika, Rwanda salah satunya. Rasanya, peta ekonomi kita sedang direntang ke wilayah-wilayah yang sebelumnya kurang terjamah.
Lantas, apa alasan di balik semua ekspansi ini? Sugiono punya jawabannya. Semua dilakukan untuk mengurangi risiko istilah kerennya derisking dari gejolak ekonomi global dan perlambatan yang melanda banyak negara mitra tradisional kita.
jelasnya.
Artikel Terkait
Menteri Agama dan Menkeu Gali Harta Karun Dana Umat Rp 1.200 Triliun
KKP Siapkan Bantuan Kapal dan Perbaikan Tambak untuk Nelayan Sumatera yang Terdampak Bencana
Ribuan Taruna KKP Diterjunkan ke Sumatera untuk Percepat Pemulihan Bencana
Surplus Fantastis China Tembus USD 1,2 Triliun di Tengah Ancaman Tarif Trump