Dalam sambutannya, Hery Gunardi menekankan bahwa SBK adalah solusi pendanaan yang cepat.
Dia menambahkan, dengan struktur fleksibel dan tata kelola kuat, instrumen ini akan memperkuat pengelolaan likuiditas secara prudent.
Dari sisi regulator, apresiasi pun datang. Dian Ediana Rae dari OJK melihat langkah BRI ini sebagai wujud konkret peran perbankan.
Di sisi lain, Destry Damayanti dari BI menyoroti pentingnya pendalaman pasar uang di tengah ketidakpastian global.
Sebagai catatan, track record BRI dalam penerbitan surat utang sebenarnya sudah terbangun lama. Sejak 2016 hingga 2025, mereka rutin menerbitkan instrumen berperingkat tertinggi dari Pefindo. Itu semua menggambarkan profil permodalan yang kuat dan kualitas aset yang terjaga dengan baik.
Artikel Terkait
Sari Roti Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Pakan Ternak dari Limbah Produksi
IHSG Menguat Tipis ke 8.235,49 Didorong Aksi Beli di Saham-Saham Emiten Tertentu
Rupiah Melemah ke Rp16.787, Dihantui Ketegangan Geopolitik dan Tarif AS
Cimory Catat Laba Bersih Rp2,03 Triliun di 2025, Tumbuh 33,8 Persen