Dalam sambutannya, Hery Gunardi menekankan bahwa SBK adalah solusi pendanaan yang cepat.
Dia menambahkan, dengan struktur fleksibel dan tata kelola kuat, instrumen ini akan memperkuat pengelolaan likuiditas secara prudent.
Dari sisi regulator, apresiasi pun datang. Dian Ediana Rae dari OJK melihat langkah BRI ini sebagai wujud konkret peran perbankan.
Di sisi lain, Destry Damayanti dari BI menyoroti pentingnya pendalaman pasar uang di tengah ketidakpastian global.
Sebagai catatan, track record BRI dalam penerbitan surat utang sebenarnya sudah terbangun lama. Sejak 2016 hingga 2025, mereka rutin menerbitkan instrumen berperingkat tertinggi dari Pefindo. Itu semua menggambarkan profil permodalan yang kuat dan kualitas aset yang terjaga dengan baik.
Artikel Terkait
Telkom Pacu Valuasi, Lepas 30% Saham InfraNexia untuk Cari Singtel Baru
Telkom Gelar Operasi Besar, 60 Anak Perusahaan Bakal Dirombak
Misterius, Djoni Kembali Beraksi: Kuasai 5,09% Saham Multi Garam Utama
53 UMKM Jakarta Barat Bersiap Serbu Ritel Modern Lewat Program Level-Up