Dalam sambutannya, Hery Gunardi menekankan bahwa SBK adalah solusi pendanaan yang cepat.
Dia menambahkan, dengan struktur fleksibel dan tata kelola kuat, instrumen ini akan memperkuat pengelolaan likuiditas secara prudent.
Dari sisi regulator, apresiasi pun datang. Dian Ediana Rae dari OJK melihat langkah BRI ini sebagai wujud konkret peran perbankan.
Di sisi lain, Destry Damayanti dari BI menyoroti pentingnya pendalaman pasar uang di tengah ketidakpastian global.
Sebagai catatan, track record BRI dalam penerbitan surat utang sebenarnya sudah terbangun lama. Sejak 2016 hingga 2025, mereka rutin menerbitkan instrumen berperingkat tertinggi dari Pefindo. Itu semua menggambarkan profil permodalan yang kuat dan kualitas aset yang terjaga dengan baik.
Artikel Terkait
Wall Street Dibuka Merah, Dihantui Ketegangan Iran dan Inflasi yang Membandel
RGAS Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Material Konstruksi pada 2026
Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada Putin atas Dukungan Masuknya Indonesia ke BRICS
YULE Bagikan Dividen Rp15,8 Miliar, Cair 13 Mei 2026