Beras SPHP Bakal Seragam Harganya dari Sabang hingga Merauke

- Selasa, 13 Januari 2026 | 07:12 WIB
Beras SPHP Bakal Seragam Harganya dari Sabang hingga Merauke

Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penyaluran beras SPHP. Batas waktunya kini diperpanjang hingga akhir Januari 2026. Kebijakan ini muncul seiring dengan upaya Bulog yang sedang menguji coba skema satu harga untuk beras jenis tersebut di berbagai daerah.

Nah, soal skema satu harga ini, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memberikan penegasan. Menurutnya, harga serupa dari Sabang sampai Merauke itu hanya berlaku untuk beras SPHP, bukan untuk beras premium atau jenis komersial lain yang beredar di pasaran.

“Kami sudah menghitung dengan staf-staf kami bahwa untuk merencanakan beras satu harga dari Sabang sampai Merauke adalah beras SPHP-nya, beras SPHP-nya. Bukan beras premium, ya, beras SPHP,” tegas Rizal di kantor Kemenko Pangan, Senin lalu.

Untuk mendukung program ini, diterapkan margin fee sebesar 7 persen. Angka ini, kata Rizal, sudah disetujui oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan setelah melalui pembahasan lintas kementerian. Margin itu fungsinya untuk menutup biaya distribusi yang kerap membengkak, terutama ke daerah-daerah terpencil dengan akses logistik yang sulit.

Ia membandingkan, skema serupa juga dipakai BUMN lain seperti PLN. Beban tugas Bulog dinilainya tak kalah berat, bahkan makin kompleks. Makanya, pola margin lama yang cuma Rp 50 per kilogram berlaku sejak 2014 sudah dianggap tak lagi relevan dengan realitas operasional saat ini.

Distribusi beras antar pulau memang bukan perkara mudah. Kadang harus naik kapal, bahkan pesawat, terutama untuk mengirim ke wilayah Indonesia Timur. Tapi dengan margin 7 persen tadi, Rizal optimis program satu harga bisa tetap berjalan berkelanjutan.

Lalu, bagaimana detail harganya?

Harga beras SPHP saat keluar dari gudang Bulog disamakan di seluruh Indonesia: Rp 11.000 per kilogram. Mulai dari Jawa, Kalimantan, sampai ke Papua, harganya sama.


Halaman:

Komentar