Di Balik Doa untuk Sumatera, Gus Ipul Dengar Kisah Haru Anak-anak Sekolah Rakyat

- Rabu, 24 Desember 2025 | 22:20 WIB
Di Balik Doa untuk Sumatera, Gus Ipul Dengar Kisah Haru Anak-anak Sekolah Rakyat

Suasana di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, Rabu (24/12) sore itu cukup hangat. Di sela rangkaian acara Doa Bersama Lintas Agama untuk Sumatera, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyempatkan diri ngobrol santai dengan sejumlah orang tua dan siswa Sekolah Rakyat. Obrolan itu ternyata berisi cerita-cerita yang menyentuh.

Gus Ipul membuka dialog dengan Rina Rahayu, ibu dari seorang siswa bernama Muhammad Nazril Kurniawan. Untuk menghidupi keluarga, Rina mengaku bekerja serabutan, mencuci dan menyetrika pakaian tetangga. Kehidupan yang serba pas-pasan itu membuatnya sangat bersyukur dengan adanya Sekolah Rakyat.

“Alhamdulillah, ada kemajuan, sekarang bisa membaca,” ujar Rina tentang perkembangan anaknya.

Dulu, saat pertama masuk, Nazril sama sekali belum bisa membaca. Kini, kemajuannya jelas terlihat. Gus Ipul pun langsung mengetes, menantang Nazril membaca tulisan di layar besar di panggung.

Dengan suara lantang, bocah itu membacakan, “Doa bersama untuk Sumatera.”

Rina lantas menitipkan pesan. “Kepada bapak Presiden, saya terima kasih atas adanya Sekolah Rakyat, sudah mengubah anak saya jadi pintar,” katanya. Menurutnya, tanpa program itu, mustahil Nazril bisa terus sekolah.

Cerita serupa datang dari Lilis, ibu dari Misfan Nazriel Faturrahman. Ia bercerita, anaknya punya bakat sejak SMP, sering menang olimpiade. Sayangnya, medali-medali itu tak pernah diambil. “Enggak kebayar,” jelas Lilis tentang kendala biaya yang selalu menghantui.

Namun begitu masuk Sekolah Rakyat, segalanya berubah. Fasilitas yang tak bisa ia berikan di rumah, kini tersedia. Misfan pun kembali bersinar, berhasil memboyong tiga medali emas dari olimpiade Bahasa Inggris dan fisika.

“Jadi saya ucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sudah mewujudkan cita-cita kami sebagai orang tua yang kurang mampu,” tutur Lilis, penuh haru.

Mendengar semua keluh kesah dan ucapan terima kasih itu, Gus Ipul memberikan tanggapan sekaligus janji. Ia menegaskan, para siswa Sekolah Rakyat harus bisa lulus minimal sampai jenjang SMA. Bagi yang punya kemampuan akademik memadai, akan disalurkan ke SMA Garuda.

“Yang tak memenuhi syarat pun, tetap bisa lanjut SMA di sini,” paparnya. Setelah lulus, jalan masih terbuka lebar. Mereka akan mendapat KIP Kuliah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, sepenuhnya dibiayai pemerintah.

“Bisa ke PTN atau lainnya sesuai minat bakat, nggak bisa dipaksakan. Akan dikawal Sekolah Rakyat, itu sesuai arahan Presiden,” kata Gus Ipul.

Tak cuma itu. Bagi yang ingin berwirausaha, akan ada pembinaan keterampilan. Dukungan juga diberikan ke orang tua. Mereka akan didorong masuk koperasi, mendapat bantuan sosial, dan rumahnya akan diperbaiki jika memenuhi syarat. Seluruh keluarga juga akan menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Acara doa bersama itu sendiri diawali dengan khotmil Quran. Menurut sejumlah saksi, kegiatan berlangsung khidmat namun juga meriah. Para siswa Sekolah Rakyat unjuk kebolehan, mulai dari pidato tiga bahasa, tampilan Paskibraka, paduan suara, hingga hadrah. Sebuah potret kecil tentang semangat belajar dan harapan yang terus tumbuh, di tengah keprihatinan untuk saudara-saudara di Sumatera.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar