Mantan Pejabat Kemendikbudristek Ungkap Tekanan Berat di Balik Proyek Chromebook Rp 2,1 Triliun

- Senin, 09 Februari 2026 | 19:20 WIB
Mantan Pejabat Kemendikbudristek Ungkap Tekanan Berat di Balik Proyek Chromebook Rp 2,1 Triliun

MURIANETWORK.COM - Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Bambang Hadi Waluyo, mengungkapkan tekanan berat yang dialaminya saat menangani proyek pengadaan Chromebook. Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9 Februari 2026), Bambang mengaku sempat jatuh sakit akibat beban psikis proyek tersebut, yang kini menjadi perkara korupsi dengan dugaan kerugian negara mencapai Rp 2,1 triliun. Ia dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa mantan Menteri Nadiem Makarim.

Tekanan Proyek Picu Gangguan Kesehatan

Bambang, yang dilantik pada Februari 2020, hanya bertahan empat bulan dalam posisinya sebelum akhirnya mengundurkan diri. Di persidangan, ia menggambarkan bagaimana tekanan dari pengadaan besar-besaran itu berdampak langsung pada kondisi fisiknya. Saat diperiksa penyidik, Bambang mengakui bahwa kesehatannya terganggu.

"Saya hanya tes cek aja. Gula darah saya tinggi, saya sempoyongan," ujarnya.

Ketika jaksa menanyakan apakah ia sempat dirawat, Bambang menjawab singkat, "Nggak."

Kekhawatiran atas Perubahan Spesifikasi Teknis

Alasan pengunduran dirinya, sekaligus sumber tekanan yang ia rasakan, berakar pada kekhawatiran mendalam terhadap proses pengadaan. Bambang merasa ada yang tidak beres, terutama terkait perubahan spesifikasi perangkat dari sistem operasi Windows menjadi Chromebook. Perubahan mendasar ini, menurut penilaiannya saat itu, berpotensi memubazirkan hasil kajian dan uji coba sebelumnya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar