Di sisi lain, stabilitas ekonomi Indonesia tahun ini dinilai lebih baik ketimbang tahun lalu. Stabilitas macam ini biasanya memberi rasa nyaman bagi investor, baik lokal maupun asing, untuk menanamkan modalnya di pasar keuangan kita.
Optimisme serupa sebenarnya juga datang dari internal pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya sudah menyampaikan keyakinannya bahwa IHSG akan melanjutkan tren penguatan. Bahkan, ia menyebut level psikologis 10.000 berpotensi ditembus pada 2026.
Keyakinannya itu berdasar pada koordinasi kebijakan ekonomi yang dinilai makin sinkron, plus fundamental ekonomi nasional yang semakin solid.
Purbaya sempat berkomentar, seharusnya kinerja pasar saham kita saat ini bisa lebih tinggi. Menurutnya, kalau desain kebijakan sebelumnya berjalan sesuai rencana, posisi IHSG mungkin sudah menyentuh 9.000.
"Oh iya lah (to the moon di 2026). Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya, sekarang sudah 9.000. Tapi kan sudah itu sedikit, ke depan dengan kebijakan semakin sinkron dan ekonominya semakin bagus, harusnya IHSG akan naik lebih cepat,"
Demikian penuturannya dalam sebuah Media Briefing, Rabu pekan lalu. Tampaknya, baik dari sisi analis pasar maupun pemerintah, angin memang bertiup positif untuk IHSG. Tinggal tunggu realisasinya di lapangan.
Artikel Terkait
Gejolak Timur Tengah Pacu Harga Minyak ke Level Tertinggi 7 Pekan
Beras SPHP Bakal Seragam Harganya dari Sabang hingga Merauke
Wall Street Pecahkan Rekor Lagi, Meski Bayang-Bayang Investigasi Mengintai Powell
Wall Street Cetak Rekor Lagi, Di Tengah Sorotan ke Jerome Powell