Prediksi untuk Indeks Harga Saham Gabungan tahun ini tampak cerah. Penguatan diproyeksikan berlanjut, didorong oleh dua hal utama: sektor komoditas yang masih perkasa dan kondisi ekonomi domestik yang kian stabil.
Joanne Goh, Senior Investment Strategist Bank DBS, termasuk yang optimis. Ia menyebut Jakarta Composite Index atau IHSG masih punya peluang menguat sepanjang 2024 ini.
"Kami melihat JCI akan meningkat lebih tinggi tahun ini. Kami memiliki 9.800 sebagai target indeks untuk JCI,"
Ucap Joanne dalam sebuah konferensi pers, Senin lalu. Menurut analisanya, saham-saham komoditas masih jadi penopang utama pasar. Gejolak geopolitik global, ditambah persoalan pasokan dan keamanan, membuat harga komoditas cenderung terjaga. Situasi ini jelas menguntungkan Indonesia, mengingat kekayaan sumber daya alam kita yang melimpah.
Namun begitu, faktor pendorong tak cuma dari luar. DBS juga melihat konsumsi dalam negeri sebagai penggerak penting berikutnya. Ruang fiskal pemerintah dinilai masih cukup lebar untuk mendongkrak belanja masyarakat, yang ujung-ujungnya berdampak positif pada performa bursa.
Lalu, sektor mana yang paling diuntungkan? Tiga kandidat utamanya adalah perbankan, telekomunikasi, dan tentu saja sektor konsumsi. Ketiganya berkaitan erat dengan denyut nadi ekonomi sehari-hari.
Artikel Terkait
Sari Roti Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Pakan Ternak dari Limbah Produksi
IHSG Menguat Tipis ke 8.235,49 Didorong Aksi Beli di Saham-Saham Emiten Tertentu
Rupiah Melemah ke Rp16.787, Dihantui Ketegangan Geopolitik dan Tarif AS
Cimory Catat Laba Bersih Rp2,03 Triliun di 2025, Tumbuh 33,8 Persen