“Harga yang mahal itu bukan karena ada yang memahalkan. Tetapi karena biaya angkutan dan distribusinya memang tinggi,”
tuturnya.
Nah, program di Papua ini sebenarnya bagian dari strategi nasional. Pemerintah ingin daerah-daerah yang selama ini bergantung pasokan dari pulau lain bisa lebih mandiri. Contohnya, di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan, program serupa sudah dijalankan dan ditargetkan berjalan pada 2025.
Selama ini, mungkin yang kerap terdengar hanya kawasan Merauke. Padahal, menurut Sudaryono, cakupannya lebih luas dari itu.
“Memang yang terdengar nyaring itu adalah di Merauke. Sebetulnya, kan, Merauke adalah satu dari bagian yang besar, tapi kita juga ada pemenuhan kabupaten-kabupaten, daerah-daerah lain,”
jelasnya.
Soal pendanaan, ada dua skema yang dipakai. Pertama, lewat investasi. Yang kedua, menggunakan anggaran negara khusus untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Skema ganda ini diharapkan bisa mempercepat realisasi program di lapangan.
Artikel Terkait
Dragonmine Akuisisi 80% Saham BLUE, Rencanakan Transformasi ke Bisnis Tambang Langsung
Blue Bird Siapkan 25.000 Armada Taksi Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026
Laba Bersih United Tractors Turun 24% pada 2025
Harga Minyak Turun Tipis Setelah Perundingan AS-Iran Berlanjut