Prabowo Tepis Teori Menetesnya Kesejahteraan: Netesnya 300 Tahun Lagi, Kita Sudah Mati

- Senin, 12 Januari 2026 | 15:25 WIB
Prabowo Tepis Teori Menetesnya Kesejahteraan: Netesnya 300 Tahun Lagi, Kita Sudah Mati

Bagi Prabowo, jalan yang harus ditempuh jelas: pertumbuhan dan pemerataan harus berjalan beriringan. Keberhasilan pembangunan, ditegaskannya, tidak bisa cuma dilihat dari angka-angka statistik yang menggembungkan ego nasional. Yang lebih penting adalah bagaimana rakyat kecil merasakan manfaatnya secara nyata.

"Pertumbuhan harus disertai oleh pemerataan. Suatu sistem yang tidak cepat mengusahakan, mengupayakan pemerataan, sistem itu kurang bermanfaat bagi sebuah bangsa," katanya.

Lebih jauh, ia mengajak semua pihak mengingat kembali fondasi berdirinya republik ini. Tujuan dasar kemerdekaan, yang tertuang jelas dalam Pembukaan UUD 1945, menjadi kompas utama.

"Tujuan kita merdeka adalah untuk membawa kesejahteraan, kehidupan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia. Berkali-kali pendiri-pendiri bangsa kita menggarisbawahi itu," tegas Prabowo.

Ia kemudian merinci, "Kita harus memajukan kesejahteraan umum. Dan juga yang pertama: melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Melindungi dari apa? Dari ancaman kelaparan, ancaman kemiskinan, ancaman penderitaan, ancaman penyakit. Ini tujuan kita merdeka."

Pidato di Banjarbaru itu bukan sekadar kritik teoritis. Ia lebih mirip pernyataan sikap tentang arah pembangunan ke depan, yang menempatkan keadilan sosial sebagai hal yang tidak bisa ditawar lagi.


Halaman:

Komentar