Ironisnya, situasi di kawasan Asia justru berbeda. Mayoritas mata uang regional malah menunjukkan kekuatan. Baht Thailand jadi yang terdepan, melesat 0,28 persen. Dolar Singapura juga ikut naik 0,13 persen.
Tak ketinggalan, yen Jepang dan ringgit Malaysia sama-sama menguat 0,09 persen. Peso Filipina dan yuan China juga catat kenaikan, meski lebih tipis.
Di sisi lain, rupiah tak sepenuhnya sendirian. Won Korea Selatan turun 0,2 persen, menemani posisi rupiah di zona merah. Dolar Taiwan dan dolar Hong Kong juga tercatat melemah, walau sangat tipis. Tapi, sorotan utama tetap pada rupiah yang terus terperosok, sementara tetangga-tetangganya justru bergerak ke arah sebaliknya.
Artikel Terkait
Angka Kecelakaan Kerja Indonesia Capai 300.000 Kasus pada 2024
Pembangunan Pabrik Baru SCNP di Bogor Capai 70 Persen
IHSG Anjlok 1,44%, Saham MSKY dan JAYA Melonjak di Atas 34%
Rupiah Menguat ke Rp16.759 Didorong Harap Perundingan AS-Iran