Ironisnya, situasi di kawasan Asia justru berbeda. Mayoritas mata uang regional malah menunjukkan kekuatan. Baht Thailand jadi yang terdepan, melesat 0,28 persen. Dolar Singapura juga ikut naik 0,13 persen.
Tak ketinggalan, yen Jepang dan ringgit Malaysia sama-sama menguat 0,09 persen. Peso Filipina dan yuan China juga catat kenaikan, meski lebih tipis.
Di sisi lain, rupiah tak sepenuhnya sendirian. Won Korea Selatan turun 0,2 persen, menemani posisi rupiah di zona merah. Dolar Taiwan dan dolar Hong Kong juga tercatat melemah, walau sangat tipis. Tapi, sorotan utama tetap pada rupiah yang terus terperosok, sementara tetangga-tetangganya justru bergerak ke arah sebaliknya.
Artikel Terkait
IHSG Menguat Tipis, Saham MSKY dan APLN Melonjak di Tengah Aksi Jual Sektor Infrastruktur
Pemerintah Tegaskan Ekspor Kelapa Tak Dikenakan Moratorium
Eksportir dan Perbankan Dituntut Lincah Hadapi Gejolak Perdagangan Global
600 Huntara Resmi Diserahkan, Warga Aceh Tamiang Mulai Tempati Hunian Sementara