Pasar saham Indonesia diprediksi bakal dibuka dengan suasana campur aduk hari ini, Senin. IHSG, yang pekan lalu ditutup menguat tipis di level 8.936,75, sepertinya butuh napas sejenak. Momentum naik 11 poin lebih di akhir perdagangan Jumat itu belum tentu jadi modal untuk langsung melesat.
Analis dari WH Project melihat ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Salah satunya, indeks seakan mentok di area 8.970. Level itu sudah tiga kali berturut-turut jadi penghalang, sejak gagal bertahan di psikologis 9.000. Situasi ini bikin indeks terlihat agak jenuh. Tapi jangan salah, kondisi jenuh beli ini belum tentu jadi awal tren turun. Bisa saja cuma koreksi sehat biasa sebelum melanjutkan pergerakan.
“Formasi tiga candlestick itu membentuk resistance IHSG di 8.970,” jelas WH Project dalam rilisnya, Minggu kemarin.
“Pada kondisi ini IHSG nampak jenuh beli dan ada potensi untuk koreksi sehat. Koreksi ini kemungkinan disebabkan oleh saham-saham big caps konglomerat khususnya dari grup Barito (Prajogo Pangestu).”
Nah, di sisi lain, bukan berarti semua sektor suram. Menurut analis tersebut, justru ada peluang di saham-saham sektor tambang dan energi. Saham-saham di sektor itu masih layak dipertimbangkan buat jadi pilihan di awal pekan.
Artikel Terkait
Netflix Mundur dari Perang Akuisisi, Paramount Rebut Warner Bros Discovery
VKTR Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi dengan Truk Listrik
Danantara Godok Skema Holding Maskapai Garuda, Citilink, dan Pelita Air
Sari Roti Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Pakan Ternak dari Limbah Produksi