Nah, yang bikin makin repot adalah maraknya aksi debt collector dari pinjol ilegal ini. Untuk mengatasinya, OJK tak tinggal diam. Mereka berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital guna memblokir 2.422 nomor telepon yang teridentifikasi.
Di sisi lain, temuan lain juga cukup mencengangkan. Hingga 30 November, Satgas PASTI berhasil mengumpulkan data 61.341 nomor telepon yang dilaporkan langsung oleh korban penipuan. Sementara itu, dari Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), permintaan layanan yang masuk ternyata luar biasa banyak: 536.267. Dari jumlah itu, 56.620 di antaranya adalah pengaduan murni.
Friderica kemudian membeberkan rincian asal pengaduan tersebut.
"Mengacu jumlah pengaduan tersebut, 20.972 pengaduan berasal dari sektor perbankan, 21.886 dari industri financial technology, 11.309 dari perusahaan pembiayaan, 1.619 dari perusahaan asuransi, serta sebanyak 834 dari sektor pasar modal dan industri keuangan non-bank,"
ungkapnya. Data ini jelas menunjukkan betapa luasnya masalah dan tingginya tekanan yang dirasakan masyarakat.
Artikel Terkait
YULE Bagikan Dividen Rp15,8 Miliar, Cair 13 Mei 2026
Transaksi SPPA BEI Melonjak 461% Didorong Fitur Repo
Rupiah Melemah Tipis di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Data Inflasi AS
MCOL Dirikan Anak Usaha Rp18,75 Miliar untuk Garap Bisnis Data dan TI