Bakrie dan Barito Bersiap, Dua Emiten Ini Paling Berpeluang Masuk MSCI 2026

- Kamis, 08 Januari 2026 | 07:35 WIB
Bakrie dan Barito Bersiap, Dua Emiten Ini Paling Berpeluang Masuk MSCI 2026

Sebaliknya, BUMI dinilai jauh lebih menarik. "Sementara, untuk BUMI, menarik sekali karena saat ini berada di titik tertinggi saham itu pada 2017, yaitu di Rp515," ujar Michael. Jika level itu tertembus, struktur teknikalnya akan menguat, dengan Rp500 sebagai support baru.

Namun, tidak semua cerita berjalan mulus. Nasib PT MD Entertainment Tbk (FILM) agak terkatung-katung. Meski secara kapitalisasi dan free float sudah memenuhi syarat, status suspensi perdagangannya sejak 8 Desember 2025 bisa menjadi penghalang. FILM kemungkinan baru punya peluang pada review Mei 2026.

Lalu, bagaimana dengan risiko keluar? Indo Premier menilai, pada level harga saat ini, tidak ada saham yang berisiko tinggi di-delete dari MSCI Indonesia Standard Cap. INDF dan CPIN, meski bobotnya kecil, masih relatif aman. INDF baru berisiko jika harganya anjlok 20% lagi, sementara CPIN punya bantalan lebih besar.

Ada juga nama lain yang patut diawasi: IMPC. Jika ada pembaruan free float menjadi setidaknya 15%, saham ini berpeluang masuk di kisaran harga Rp4.100-Rp4.200.

Pandangan berbeda datang dari analis CLSA. Mereka memprediksi akan ada dua saham yang masuk: FILM dan BUMI, dengan estimasi arus dana masuk masing-masing USD72,1 juta dan USD78,7 juta. Tapi mereka juga memperkirakan dua saham keluar, yaitu INDF dan CPIN, dengan dana keluar yang cukup signifikan.

Hasil resmi review ini rencananya baru diumumkan setelah pasar tutup pada 10 Februari 2026. Sampai saat itu, segala prediksi masih sebatas perhitungan di atas kertas. Seperti biasa, keputusan akhir ada di tangan investor.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar