Wall Street menutup sesi Rabu (7/1) dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, sentimen terhadap saham teknologi dan AI kembali menggeliat. Tapi di sisi lain, tekanan justru datang dari sektor yang selama ini dianggap kuat: keuangan dan properti. Hasilnya? Pasar saham AS berakhir beragam.
Indeks S&P 500 akhirnya melemah 0,34% ke level 6.920,93 poin. Dow Jones bahkan terpuruk lebih dalam, anjlok 0,94%. Padahal, awal sesi sempat cerah dengan kedua indeks itu mencetak rekor tertinggi baru. Lalu apa yang terjadi?
Rupanya, komentar keras dari Presiden Donald Trump mengguncang pasar. Dalam unggahan media sosialnya, Trump menyatakan akan melarang pembelian rumah tapak oleh korporasi besar, sebagai cara menekan harga. Imbasnya langsung terasa. Saham perusahaan akuisisi perumahan seperti Blackstone dan Apollo Global Management ambruk lebih dari 5%. American Homes 4 Rent ikut merosot 4,3%. Indeks sektor keuangan S&P 500 pun ikut terseret, jatuh 1,4%.
Namun begitu, tidak semua perusahaan properti terpuruk. Zillow, platform properti daring, justru naik lebih dari 2%. Sepertinya pasar melihat kebijakan Trump justru bisa menguntungkan model bisnis mereka.
Guncangan lain datang dari sektor pertahanan. Trump juga mengancam akan melarang pembagian dividen dan buyback saham bagi perusahaan pertahanan kecuali mereka memperbaiki masalah produksi alutsista. Akibatnya, saham Northrop Grumman dan Lockheed Martin anjlok masing-masing 5,5% dan 4,8%. Trump memang tidak menyebut nama secara spesifik, tapi pesannya jelas dan dampaknya langsung.
Di tengah kekacauan itu, Nasdaq justru bertahan di zona hijau, naik 0,16%. Penopangnya? Tak lain adalah raksasa teknologi dan AI. Saham Nvidia dan Microsoft masing-masing naik sekitar 1%, sementara Alphabet melesat lebih dari 2%. Tampaknya, setelah sempat dihantui kekhawatiran valuasi yang terlalu mahal, investor kembali menaruh uang mereka di saham-saham terkait kecerdasan buatan.
“Investor memasuki 2026 dengan pola yang mirip tahun lalu, beli saham teknologi dan lupakan. Rumor bahwa reli AI sudah berakhir ternyata tidak benar,”
Artikel Terkait
MIND ID dan Pertamina Pacu Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Bencana Akhir Tahun: 189 Ribu Rumah Rusak di Aceh hingga Sumatera
Menabung 100 Juta Sehari, Butuh 308 Juta Tahun untuk Mengejar Elon Musk
Rupiah Tersungkur di Awal 2026, Tertekan Dolar dan Sinyal Domestik