Demikian komentar Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma. Sentimennya menggambarkan kembali mengalirnya dana ke sektor yang dianggap masih punya cerita panjang.
Meski reli teknologi kembali, secara keseluruhan valuasi saham di Wall Street masih terbilang tinggi. S&P 500 diperdagangkan di kisaran 22 kali estimasi laba memang turun dari November, tapi masih jauh di atas rata-rata historisnya.
Data ekonomi yang dirilis Rabu juga cukup mengejutkan. Lowongan pekerjaan AS turun lebih dalam dari perkiraan di November. Laporan ADP juga menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta Desember yang lebih lemah. Tapi anehnya, data-data ini nyaris tidak menggeser ekspektasi pasar soal kebijakan suku bunga The Fed. Semua mata kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan utama yang akan dirilis Jumat.
Perkembangan geopolitik turut menambah warna. AS menyita sebuah kapal tanker berbendera Rusia yang terkait Venezuela. Langkah ini dilihat sebagai bagian dari tekanan Trump untuk mengatur arus minyak di kawasan dan memaksa pemerintah sosialis di Caracas berkompromi. Bahkan, isu lain yang mencuat adalah pembicaraan Gedung Putih soal opsi akuisisi Greenland termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
Sektor lain yang mengalami profit-taking adalah teknologi memori. Western Digital dan Seagate Technology, yang sebelumnya meroket, kini melepas kenaikan dengan penurunan hampir 9% dan 6,7%. Sementara itu, di sektor energi terbarukan, saham First Solar terjun bebas 10% setelah analis Jefferies menurunkan rekomendasinya.
Jadi, sesi perdagangan Rabu kemarin benar-benar sebuah pertaruhan antara ketakutan dan harapan. Sektor lama tertekan oleh kebijakan dan komentar, sementara sektor masa depan justru kembali diburu. Wall Street, sekali lagi, membuktikan dirinya sebagai tempat yang tak pernah sepi dari kejutan.
Artikel Terkait
MIND ID dan Pertamina Pacu Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Bencana Akhir Tahun: 189 Ribu Rumah Rusak di Aceh hingga Sumatera
Menabung 100 Juta Sehari, Butuh 308 Juta Tahun untuk Mengejar Elon Musk
Rupiah Tersungkur di Awal 2026, Tertekan Dolar dan Sinyal Domestik