Wall Street Bergejolak: Trump Picu Anjloknya Saham Properti dan Pertahanan, AI Tetap Jadi Primadona

- Kamis, 08 Januari 2026 | 06:45 WIB
Wall Street Bergejolak: Trump Picu Anjloknya Saham Properti dan Pertahanan, AI Tetap Jadi Primadona

Menjelang musim laporan kuartal IV, harga saham di Wall Street sejujurnya masih terbilang mahal. S&P 500 diperdagangkan di kisaran 22 kali estimasi laba. Angka itu turun dari November, tapi masih jauh di atas rata-rata lima tahun yang cuma 19 kali.

Data ekonomi yang dirilis Rabu juga cukup beragam. Lowongan kerja AS turun lebih dalam dari perkiraan di November. Laporan ADP juga menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja swasta Desember yang kurang menggembirakan. Tapi anehnya, data-data ini nyaris tak menggeser ekspektasi pasar soal potensi pemangkasan suku bunga Fed. Semua mata kini tertuju ke laporan ketenagakerjaan utama yang akan rilis Jumat.

Di luar angka, ketegangan geopolitik juga jadi bahan perhatian. AS menyita sebuah kapal tanker berbendera Rusia yang terkait Venezuela. Langkah ini dilihat sebagai bagian dari tekanan Trump untuk mengatur arus minyak di Amerika dan memaksa Caracas menjadi sekutu. Bahkan, isu lain yang mencuat adalah pembicaraan Gedung Putih soal opsi akuisisi Greenland termasuk, konon, kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

Beberapa saham lainnya juga mengalami koreksi. Western Digital dan Seagate Technology, misalnya, melepas sebagian kenaikan tajam mereka sebelumnya. Western Digital anjlok hampir 9%. First Solar bahkan merosot 10% setelah rekomendasi dari Jefferies diturunkan dari “buy” menjadi “hold”.

Jadi, sesi Rabu ini seperti gambaran lengkap suasana pasar saat ini: penuh kejutan, dipicu pernyataan politik, dengan sentimen AI yang masih kuat bertahan di tengah segala ketidakpastian.


Halaman:

Komentar