"Investor memasuki 2026 dengan pola yang mirip tahun lalu, beli saham teknologi dan lupakan. Rumor bahwa reli AI sudah berakhir ternyata tidak benar," ujarnya.
Memang, valuasi saham secara umum masih terbilang tinggi. S&P 500 saat ini diperdagangkan di kisaran 22 kali estimasi laba. Angka itu turun dari November, tapi masih jauh di atas rata-rata historisnya.
Data ekonomi yang dirilis hari itu cukup beragam. Lowongan kerja AS turun lebih dalam dari perkiraan di November. Laporan ADP juga menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja swasta di Desember lebih lemah. Tapi data-data ini sepertinya tak menggeser ekspektasi pasar soal langkah Federal Reserve ke depan. Semua mata kini tertuju ke laporan ketenagakerjaan utama yang akan dirilis Jumat.
Geopolitik juga menyumbang ketidakpastian. AS menyita sebuah kapal tanker Rusia yang terkait Venezuela, bagian dari tekanan Trump untuk mengatur arus minyak di kawasan. Bahkan, isu aneksasi Greenland lewat opsi militer yang diungkap Gedung Putih sehari sebelumnya masih bergaung.
Di bagian lain pasar, reli saham memori dan penyimpanan tampaknya kehabisan napas. Western Digital dan Seagate Technology melepas kenaikan, masing-masing jatuh hampir 9% dan 6,7%. Sementara itu, saham First Solar terjun bebas 10% setelah rekomendasi dari Jefferies diturunkan.
Jadi, Rabu ini Wall Street seperti dua pasar dalam satu. Ada yang masih percaya pada cerita lama soal teknologi, dan ada yang ketakutan dengan kebijakan baru yang datang tiba-tiba. Menjelang akhir pekan, suasana hati pasar jelas masih rentan dan mudah berubah.
Artikel Terkait
MIND ID dan Pertamina Pacu Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Bencana Akhir Tahun: 189 Ribu Rumah Rusak di Aceh hingga Sumatera
Menabung 100 Juta Sehari, Butuh 308 Juta Tahun untuk Mengejar Elon Musk
Rupiah Tersungkur di Awal 2026, Tertekan Dolar dan Sinyal Domestik