“Rumor bahwa perdagangan AI sudah berakhir ternyata tidak benar,” tambahnya.
Meski begitu, tidak semua sektor teknologi beruntung. Perusahaan chip dan penyimpanan data seperti Western Digital dan Seagate justru kehilangan momentum, terkoreksi tajam setelah reli sebelumnya. First Solar juga terpuruk 10 persen menyusul penurunan peringkat dari analis.
Menjelang musim laporan keuangan kuartal IV, suasana hati di Wall Street terasa campur aduk. Valuasi S&P 500 masih terbilang mahal, diperdagangkan sekitar 22 kali estimasi laba. Angka itu memang turun dari November, tapi masih di atas rata-rata historisnya.
Data ekonomi yang dirilis Rabu memperlihatkan gambaran yang agak lemah. Lowongan kerja turun lebih dari perkiraan di November. Laporan ADP juga menunjukkan penambahan pekerjaan sektor swasta yang kurang menggembirakan. Data-data ini, meski kembali normal setelah gangguan penutupan pemerintah, tidak banyak mengubah ekspektasi pasar soal potensi penurunan suku bunga Fed. Semua mata kini tertuju ke laporan penggajian pemerintah yang akan dirilis Jumat.
Di luar angka-angka ekonomi, ketegangan geopolitik juga jadi perhatian. AS dikabarkan menyita kapal tanker berbendera Rusia yang terkait dengan Venezuela, bagian dari upaya Trump mengontrol aliran minyak negara itu. Selain itu, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden sedang membahas opsi untuk memperoleh Greenland bahkan dengan potensi penggunaan militer AS.
Dalam keriuhan berita itu, volume perdagangan hari ini terbilang tinggi, mencapai 17,4 miliar saham. Angka itu melampaui rata-rata 20 sesi sebelumnya, menunjukkan betapa aktifnya pergerakan investor di tengah ketidakpastian yang bertumpuk.
Artikel Terkait
MIND ID dan Pertamina Pacu Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Bencana Akhir Tahun: 189 Ribu Rumah Rusak di Aceh hingga Sumatera
Menabung 100 Juta Sehari, Butuh 308 Juta Tahun untuk Mengejar Elon Musk
Rupiah Tersungkur di Awal 2026, Tertekan Dolar dan Sinyal Domestik