Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur Dianggap Tradisi Baik
Ketua MPR Ahmad Muzani memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden RI ke-2, Soeharto. Menurut Muzani, langkah pemerintah ini merupakan bentuk tradisi yang positif dalam menghargai jasa para pendahulu.
Muzani menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini adalah wujud pengakuan negara terhadap kontribusi dan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pemimpin masa lalu. Pernyataan ini disampaikannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin.
Ia menambahkan bahwa tradisi menghormati senior dan pendahulu merupakan nilai yang sangat baik. Muzani mengakui bahwa setiap manusia, termasuk para pemimpin, tidak luput dari kesalahan, namun penting untuk mengedepankan sikap menghargai jasa-jasa mereka.
Dalam pernyataannya, Muzani juga menyebut prinsip budaya Jawa "mikul dhuwur mendhem jero" yang mengajarkan untuk menghormati jasa seseorang dan menutupi kekurangannya. Prinsip ini menekankan pentingnya mengenang kebaikan serta mengambil pelajaran dari kesalahan tanpa perlu mendramatisirnya.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada sepuluh tokoh bangsa. Dua di antara penerima penghargaan tersebut adalah mantan presiden Indonesia, yaitu Soeharto dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan panggilan Gus Dur.
Artikel Terkait
Persib Kokoh di Puncak Usai Kalahkan Semen Padang 2-0 Berkat Dua Gol Ramon Tanque
Dua Tukang Parkir Ditangkap Usai Aniaya Marbot 90 Tahun di Bandar Lampung
Fenjiu, dari Kemenangan di San Francisco 1915 hingga Apresiasi Global Masa Kini
Forum Outlook Indonesia Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional 2026