Minat yang besar terhadap AI ini bukan sekadar omong kosong. Ambil contoh Anthropic, pembuat chatbot Claude. Perusahaan itu dikabarkan sedang merancang penggalangan dana miliaran dolar. Jika berhasil, valuasinya bisa menyentuh angka fantastis: 350 miliar dolar AS. Angka itu akan membuatnya lebih bernilai daripada banyak raksasa industri lain.
Jake Dollarhide, seorang eksekutif di Longbow Asset Management, menyoroti pola ini. "Para investor memasuki tahun 2026 dengan strategi yang mirip tahun lalu: beli saham teknologi dan lupakan saja," ujarnya.
Dia menambahkan, "Rumor bahwa tren AI sudah berakhir ternyata tidak benar."
Meski begitu, tidak semua di sektor teknologi beruntung. Perusahaan chip dan penyimpanan data seperti Western Digital dan Seagate justru kehilangan momentum, terkoreksi tajam setelah reli sebelumnya. First Solar bahkan terjun bebas 10 persen menyusul penurunan peringkat dari "beli" menjadi "tahan".
Menjelang musim laporan keuangan, suasana di Wall Street masih terasa mahal. Valuasi S&P 500 berada di level 22 kali estimasi laba masih di atas rata-rata historisnya. Data ekonomi yang dirilis Rabu, seperti lowongan kerja dan penyerapan tenaga kerja swasta, datang lebih lemah dari perkiraan. Tapi data ini tampaknya belum cukup untuk mengubah ekspektasi pasar soal potensi penurunan suku bunga Fed.
Di luar angka-angka, ketegangan geopolitik juga jadi perhatian. AS dilaporkan menyita kapal tanker berbendera Rusia yang terkait dengan Venezuela, bagian dari upaya Trump mengontrol aliran minyak negara itu. Bahkan, isu pembelian Greenland oleh AS dengan segala opsi termasuk militer kembali mencuat dari Gedung Putih.
Dengan semua gejolak itu, volume perdagangan hari Rabu terbilang tinggi, mencapai 17,4 miliar saham. Pasar memang tampak sibuk, mencerna banyak informasi sekaligus dalam satu hari.
Artikel Terkait
MIND ID dan Pertamina Pacu Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Bencana Akhir Tahun: 189 Ribu Rumah Rusak di Aceh hingga Sumatera
Menabung 100 Juta Sehari, Butuh 308 Juta Tahun untuk Mengejar Elon Musk
Rupiah Tersungkur di Awal 2026, Tertekan Dolar dan Sinyal Domestik