“Prestasi saya yang saya idam-idamkan kalau saya bisa Jadi presiden di mana harga-harga turun. Harga pangan turun, harga pupuk turun, harga benih turun, harga untuk rakyat-rakyat kita turun terjangkau di semua bidang,” imbuhnya.
Di sisi lain, ada visi yang lebih luas di balik kebijakan ini. Prabowo melihat kesejahteraan petani sebagai fondasi. Jika biaya produksi mereka ringan, bukan cuma sektor pertanian yang maju. Anak-anak petani pun punya peluang lebih besar untuk sekolah tinggi dan meraih profesi yang diinginkan.
Targetnya tak berhenti di tanaman pangan. Sektor peternakan dan perikanan juga akan digenjot. Rencananya, produksi akan diperluas secara besar-besaran.
“Ternak ikan semuanya kita akan produksi besar-besaran. Kita akan buka ribuan desa-desa nelayan. Kita akan buka ratusan budidaya ikan,” paparnya.
Memang, masih ada yang meragukan. Banyak yang pesimis swasembada dan penurunan harga berkelanjutan bisa diwujudkan. Prabowo mengakui hal itu. Tapi responsnya jelas: optimisme dan pembuktian bertahap.
“Kalau banyak tokoh nyinyir mengatakan kita tidak bisa hari ini. Kita buktikan, nggak apa-apa kita buktikan tiap tahun kita buktikan,” pungkas Presiden.
Artikel Terkait
MCOL Gelontorkan Rp265 Juta untuk Eksplorasi Batu Bara di Kuartal I-2026
Triniti Land Group Akan Akuisisi Mayoritas Saham Prime Land untuk Perkuat Bisnis Hospitality
Sido Muncul Bagikan Dividen Rp1,09 Triliun untuk Tahun Buku 2025
IHSG Menguat Tipis, PEGE dan HDFA Melonjak di Atas 34%