Gelombang perjalanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini benar-benar terasa. Data terbaru dari Kementerian Perhubungan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, tercatat lebih dari 21,4 juta penumpang memanfaatkan angkutan umum. Angka itu naik sekitar 12,5% dibandingkan periode serupa sebelumnya yang 'hanya' 19 juta penumpang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyambut baik hasil ini. Lewat keterangan tertulisnya pada Selasa (6/1), ia menilai gelombang mudik dan balik telah berjalan sesuai rencana.
Jika dirinci, kenaikan penumpang ternyata tidak merata di semua moda. Yang paling mencolok adalah angkutan laut dan penyeberangan, yang melonjak masing-masing di atas 43% dan 35%. Kereta api juga ramai, dengan kenaikan hampir 13%. Untuk penerbangan, kenaikannya tipis, hanya 0,73%. Satu-satunya yang justru mengalami penurunan adalah angkutan jalan, dari 3,3 juta menjadi 3,1 juta penumpang.
Di sisi lain, arus kendaraan pribadi juga meningkat. Kendaraan yang keluar-masuk Jakarta via jalan tol naik 3,39%. Sementara itu, arus di jalan arteri menuju Jabodetabek malah melonjak lebih tinggi, mencapai 17,3%.
Artikel Terkait
IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Analis Soroti Enam Rekomendasi Saham
Harga Emas Melonjak Dekati Level Tertinggi Usai Gencatan Senjata AS-Iran
Analis Proyeksikan Harga CPO Naik Didorong Kebijakan B50 Mulai 2026
IHSG Melonjak 3,39%, Analis Ingatkan Potensi Koreksi Masih Mengintai