Jaksa Italia kini bergerak. Mereka membuka penyelidikan kriminal menyusul tragedi kebakaran bar di Swiss yang merenggut 40 nyawa di malam pergantian tahun. Enam dari korban tewas itu diketahui merupakan warga Italia.
Kabar ini dikonfirmasi oleh kantor berita ANSA. Mereka melaporkan, Kejaksaan Roma yang biasa menangani kasus melibatkan warga Italia di luar negeri resmi membuka penyidikan untuk dugaan pembunuhan. Langkah ini diambil atas permintaan langsung dari Kementerian Luar Negeri.
Suasana duka masih menyelimuti resor ski Crans-Montana. Kebakaran di bar Le Constellation itu tak hanya menewaskan puluhan orang, sebagian besar remaja, tetapi juga melukai 116 lainnya. Sebuah pesta yang seharusnya penuh sukacita berubah jadi mimpi buruk.
Di sisi lain, penyelidik Swiss punya teori awal. Mereka menduga pemicu api berasal dari botol sampanye yang dilengkapi kembang api. Botol itu konon dipegang terlalu dekat dengan material busa isolasi di langit-langit, lalu menyulut kobaran hebat. Yang membuat miris, pihak berwenang ternyata gagal melakukan inspeksi keselamatan kebakaran di bar tersebut selama lima tahun berturut-turut. Sebuah kelalaian yang mahal harganya.
Pemilik Bar Bersiap Hadiri Pemeriksaan
Pasangan pemilik bar, Jacques dan Jessica Moretti, akan menjalani interogasi oleh kejaksaan di Sion, Swiss, hari ini. Keduanya, yang berkewarganegaraan Prancis, menghadapi tuduhan serius: pembunuhan karena kelalaian.
Melalui sebuah pernyataan, pasangan suami-istri itu menyampaikan kesedihan dan keterpukulan mereka yang mendalam. Mereka berjanji untuk kooperatif dengan proses hukum yang berjalan.
"Kami tidak akan pernah mencoba untuk menghindari masalah ini," tegas mereka.
Janji kerja sama itu kini diuji. Dunia menunggu kejelasan lebih lanjut dari ruang interogasi, sementara keluarga korban masih berduka.
Artikel Terkait
Iran Eksekusi Mati Pria yang Terbukti Jadi Agen Mossad dalam Operasi Spionase
Kebiasaan Isi Bensin Setelah Hampir Habis Berisiko Rusak Pompa hingga Picu Mogok di Jalan
Pencarian Korban Ambruknya Gedung di Filipina Dihentikan, 16 Pekerja Konstruksi Masih Hilang
Polisi Bantah Isu Penyegelan Masjid di Jagakarsa, Klarifikasi Hanya Kantor DKM yang Ditutup