Kebiasaan Isi Bensin Setelah Hampir Habis Berisiko Rusak Pompa hingga Picu Mogok di Jalan

- Selasa, 26 Mei 2026 | 18:00 WIB
Kebiasaan Isi Bensin Setelah Hampir Habis Berisiko Rusak Pompa hingga Picu Mogok di Jalan

Kebiasaan mengisi bahan bakar kendaraan hanya berdasarkan jarak tempuh ternyata menyimpan risiko yang tidak bisa dianggap sepele. Banyak pengendara yang tidak menyadari bahwa membiarkan tangki bensin dalam kondisi hampir kosong dapat menimbulkan dampak serius, tidak hanya pada tangki itu sendiri, melainkan juga pada komponen mesin secara keseluruhan. Perilaku ini umumnya muncul akibat ketidaktahuan atau ketidakpedulian terhadap aspek teknis kendaraan.

Jika dibiarkan berlarut-larut, kebiasaan tersebut dapat memicu sejumlah kerusakan vital. Salah satu yang paling rentan adalah pompa bahan bakar atau fuel pump. Komponen ini mengandalkan bahan bakar sebagai media pendingin. Ketika tangki sering dalam kondisi nyaris kosong, pompa akan mudah mengalami panas berlebih (overheat) dan mempercepat kerusakan.

Selain itu, endapan kotoran yang mengendap di dasar tangki juga menjadi ancaman tersendiri. Saat volume bahan bakar menipis, pompa akan menyedot kotoran tersebut, yang kemudian dapat menyumbat filter dan injektor. Akibatnya, aliran bahan bakar ke mesin menjadi tidak optimal.

Di sisi lain, ruang kosong di dalam tangki yang tidak terisi bahan bakar dapat memicu kondensasi udara. Proses ini menghasilkan uap air yang lama-kelamaan menyebabkan korosi atau karat pada dinding tangki. Kerusakan ini tidak hanya mengurangi usia pakai tangki, tetapi juga berpotensi mencemari sistem bahan bakar.

Risiko lain yang tidak kalah berbahaya adalah kemungkinan mogok di tengah jalan. Tekanan pompa bensin bisa menurun atau mengalami kavitasi udara, sehingga mesin menjadi tersendat-sendat dan berpotensi mati mendadak. Kondisi ini tentu sangat membahayakan, terutama jika terjadi di jalan raya yang padat.

Oleh karena itu, para pengguna kendaraan disarankan untuk tidak menunggu hingga tangki benar-benar kosong sebelum mengisi bahan bakar. Perawatan sederhana ini dapat mencegah kerusakan yang lebih parah dan menghemat biaya perbaikan di kemudian hari.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar