Tapi nggak semua komoditas bernasib sama. Di tengah pelemahan yang merata, ada satu yang justru bersinar.
Nikel
Ya, nikel berhasil mencatatkan kenaikan. Berdasarkan data London Metal Exchange, logam ini naik 1,05 persen dan menguat ke level USD 16.820 per ton. Kenaikan ini jadi penyeimbang di tengah tekanan yang melanda komoditas energi.
Timah
Sayangnya, sentimen positif dari nikel tidak menular ke logam dasar lainnya. Timah justru kembali terperosok, meski penurunannya tak terlalu dalam. Harganya turun 0,36 persen, sehingga sekarang bertengger di USD 40.409 per ton.
Secara keseluruhan, pekan pertama di tahun baru ini diwarnai ketidakpastian. Pasar sepertinya masih menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum menentukan tren jangka panjangnya.
Artikel Terkait
ERAL dan Mitra Resmikan Perusahaan Patungan untuk Pasar Teknologi Display
Pemerintah Masih Kaji Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi di Tengah Gejolak Minyak Dunia
Menteri Keuangan Ubah Skema Pembiayaan Koperasi Desa, APBN Kini Tanggung Utang
Pemerintah Targetkan 400.000 Unit Bedah Rumah pada 2026