Karawang, Rabu lalu, suasana di area persawahan cukup ramai. Presiden Prabowo Subianto hadir dalam acara Panen Raya dan deklarasi swasembada pangan. Tak cuma sekadar memberi sambutan, ia blusukan meninjau stan-stan pangan yang berjejer. Di satu stan, Presiden mencicipi langsung buah yang mirip melon, lalu meneguk susu kemasan yang ditawarkan.
Stan Bulog juga tak luput dari kunjungannya. Di sana, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memberikan penjelasan langsung kepada Presiden mengenai stok beras SPHP dan kondisi pasokan pangan nasional.
Di tengah acara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pernyataan tegas. Ia mengaku tidak main-main dalam menindak praktik kotor permainan harga pupuk. "Kadang kami dibilang kejam," ujarnya.
Amran menjelaskan, ribuan izin usaha telah dicabut secara tegas. Angkanya mencapai 2.300 izin di seluruh Indonesia. Alasannya satu: harga jual pupuk melonjak melampaui batas Harga Eceran Tertinggi (HET). "Kalau ada yang main-main, kita cabut izinnya hari itu juga," tegas Mentan.
Langkahnya ternyata tak berhenti di situ. Menurut sejumlah saksi, koordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Kepolisian telah berjalan. Hasilnya, 76 orang kini berstatus tersangka. Yang lebih mencengangkan, dari internal Kementan sendiri, 192 pejabat dan pegawai telah dicopot atau diberhentikan dalam kurun setahun terakhir.
"Kalau kami tidak melakukan perombakan selama lima tahun, barangkali bisa mencapai 1.000 orang," imbuh Amran. Pernyataan ini ia sampaikan di hadapan Presiden Prabowo, menunjukkan keseriusannya membereskan masalah dari dalam.
Usai meninjau stan, rombongan presiden bergerak ke area sawah. Mereka menyaksikan langsung aktivitas petani, mulai dari penanaman hingga panen padi yang sudah memanfaatkan teknologi modern. Tampak mendampingi Presiden, sejumlah menteri seperti Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Nuansa acara hari itu paduan antara optimisme swasembada dan pesan keras penegakan hukum. Di satu sisi, kemajuan pertanian ditampilkan. Di sisi lain, ada peringatan nyata: pemerintah tak akan segan membersihkan rumahnya sendiri dari praktik yang merugikan petani.
Artikel Terkait
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil
IHSG Diproyeksi Bergerak Tak Menentu, Terjepit Sentimen Lokal dan Global
IHSG Melonjak 1,03% di Awal Pekan, Mayoritas Sektor Berada di Zona Hijau