Itulah sebabnya dia bersikeras. Penambahan armada, baik lewat peremajaan atau kapal baru, mutlak diperlukan. Bukan cuma untuk meningkatkan pelayanan, tapi juga demi keselamatan. "Kami sebelumnya pada beberapa kesempatan sudah menyampaikan kepada BP BUMN dan Danantara supaya kapal-kapal Pelni, satu dilakukan peremajaan, kedua ditambahkan," tegasnya.
Pelabuhan Jangan Lupakan Penumpang
Persoalan tak cuma di laut. Di sisi lain, layanan pelabuhan juga dinilai masih perlu ditingkatkan. Dudy menyoroti peran PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Menurutnya, fokus Pelindo selama ini terlihat berat ke angkutan barang. Padahal, penumpang juga penting.
Dia pun punya ide. Pelindo bisa mencontoh PT Angkasa Pura dengan membentuk anak usaha khusus yang menangani pelabuhan penumpang. "Kalau Pelindo secara holding kerepotan, buat perusahaan yang khusus menangani services buat penumpang. Jadi tidak hanya fokus kepada angkutan kargo," ujar Dudy.
Saat ini, Pelindo punya empat anak usaha. "Saya akan minta nanti untuk pelabuhan yang mengangkut angkutan penumpang itu agar ditangani secara khusus oleh satu badan mereka yang memang fokus melayani penumpang," imbuhnya.
Tak cuma itu, Dudy juga menyelipkan pesan. Dia meminta Pelindo memperhatikan wilayah terpencil. Membangun pelabuhan perintis bisa dilakukan lewat skema CSR, tidak melulu mengejar rute-rute yang sudah menguntungkan.
"Saya juga ingin sampaikan Pelindo ini jangan cuma mengambil wilayah-wilayah yang gemuk saja. Mereka juga harus bisa mengurusi wilayah-wilayah yang mungkin secara ekonomis tidak terlalu bagus, tapi dalam pelayanan itu banyak kali ada bagian dari CSR," pungkas Menteri.
Artikel Terkait
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168