Di sisi lain, kebutuhan harian perusahaan juga tak luput dari perhatian. Ada kredit modal kerja senilai Rp1,61 triliun yang disiapkan. Fungsinya mirip, untuk pembiayaan kembali fasilitas modal kerja lama dan tentu saja, mengisi kebutuhan kas operasional. Tenornya lebih pendek, dua tahun, meski skema bunganya serupa.
Lantas, bagaimana dampaknya bagi perusahaan? Manajemen Darma Henwa mengakui bahwa utang memang akan bertambah. Namun begitu, mereka meyakini langkah ini justru akan memberi napas panjang bagi likuiditas perusahaan.
"Fasilitas kredit ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas operasional, khususnya melalui penambahan dan pembaruan mesin serta alat berat, sekaligus memperkuat kelangsungan usaha Perseroan dalam jangka menengah hingga panjang," kata manajemen.
Intinya, ini adalah langkah strategis. Dengan peralatan yang diperbarui dan modal kerja yang lebih lancar, DEWA berharap bisa menjaga ritme operasi dan kinerja keuangannya di tengah dinamika industri yang terus berubah.
Artikel Terkait
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168