Optimisme pelaku industri justru menguat, meski angka Indeks Kepercayaan Industri (IKI) untuk Desember 2025 tercatat mengalami penurunan. Data terbaru dari Kementerian Perindustrian menunjukkan, keyakinan pelaku usaha untuk enam bulan ke depan naik ke level 71,8 persen. Di sisi lain, pesimisme menyusut cukup signifikan, hanya tersisa 4,7 persen.
Angka optimisme itu muncul bersamaan dengan rilis IKI Desember yang berada di 51,90. Angka ini turun 1,55 poin dari November, yang sempat mencapai 53,45. Bahkan, jika dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya, posisi Desember 2025 juga lebih rendah 1,03 poin.
Lalu, bagaimana menjelaskan fenomena optimisme yang justru tumbuh di tengah penurunan indeks? Menurut Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, hal itu wajar.
"Optimisme mencerminkan keyakinan, bahwa tekanan akhir tahun bersifat sementara," ujar Febri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/12/2025).
Ia mengakui, IKI Desember memang cenderung melemah dibandingkan November. Pola ini sebenarnya bukan hal baru. Secara historis, penurunan di bulan Desember kerap terjadi.
Pelemahan kali ini terutama dipicu oleh kinerja 13 subsektor yang melambat. Yang paling terdampak adalah Industri Alat Angkutan Lainnya. Sektor ini terpukul oleh penjualan sepeda motor domestik yang anjlok 11,31 persen bulan-ke-bulan, hanya terjual 523.591 unit pada November. Ekspor motor CBU dan CKD juga ikut merosot, masing-masing 11,39 persen dan 14,86 persen.
Namun begitu, ada faktor lain yang turut memberi tekanan sepanjang 2025. Maraknya produk impor di pasar dalam negeri disebut ikut melemahkan permintaan terhadap produk manufaktur lokal, terutama barang jadi. Imbasnya langsung terasa pada variabel pesanan yang bobotnya paling besar dalam perhitungan IKI.
Meski menghadapi tantangan itu, Kemenperin menyatakan komitmennya tak goyah.
"Kemenperin menegaskan komitmen menjaga keberlanjutan ekspansi industri manufaktur melalui penguatan pasar domestik dan perlindungan industri nasional," tegas Febri.
Pihaknya tetap optimistis. Sektor industri pengolahan, menurut mereka, akan terus menjadi motor penggerak perekonomian. Dan mereka yakin, prospek memasuki tahun 2026 akan jauh lebih baik.
Artikel Terkait
KAI Catat Lebih dari 700 Ribu Tiket Kereta Imlek 2026 Terjual
Gubernur DKI Usulkan RS Internasional Kanker dan Jantung di Sumber Waras Jadi Proyek Strategis Nasional
Polda Metro Jaya Siap Limpahkan Berkas Perkara Roy Suryo Cs. ke Kejati DKI
Lima Titik Utama Perayaan Imlek 2026 di Jakarta