Konglomerasi Cetak Rekor, IHSG Melesat 22% di 2025

- Rabu, 31 Desember 2025 | 12:00 WIB
Konglomerasi Cetak Rekor, IHSG Melesat 22% di 2025

Tahun 2025 benar-benar menjadi milik para konglomerat di Bursa Efek Indonesia. Jika Anda perhatikan, reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menggembirakan itu digerakkan oleh saham-saham raksasa milik grup-grup usaha besar. Mereka bukan cuma naik, tapi melesat dengan persentase yang fantastis, menjadi motor utama yang menarik seluruh pasar ke level yang lebih tinggi.

Hingga bel terakhir perdagangan di tanggal 30 Desember 2025, IHSG ditutup menguat 22,13 persen ke 8.646,94. Angka ini sekaligus mencatatkan kenaikan tahunan terbaik sejak 2017. Lalu, apa penyokongnya? Performa spektakuler dari segelintir saham konglomerasi.

Ambil contoh PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Saham data center milik Toto Sugiri dan Anthoni Salim ini meroket 375,06 persen sepanjang tahun, dengan harga mentok di Rp200.000 per lembar. Kapitalisasi pasarnya membengkak sampai Rp476 triliun. Luar biasa, bukan?

Di sektor energi, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga tak kalah panas. Kenaikannya mencapai 172,97 persen, mendorong harga ke Rp101.000. Dengan kapitalisasi pasar Rp778 triliun, langkah DSSA ini semakin menegaskan dominasi konglomerasi dalam mengerek indeks.

Reli tajam ternyata tak cuma monopoli satu grup. Konglomerat lain ikut meramaikan pesta. Saham-saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu, seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT), melonjak 255,43 persen ke Rp3.270. Sementara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 110,43 persen.

Tak ketinggalan, raksasa tambang dari Grup Bakrie dan Salim juga memberi kontribusi signifikan. BRMS melesat 217,92 persen, sedangkan BUMI naik 210,17 persen. Menurut analis, lonjakan harga komoditas, ditambah aksi korporasi dan prospek kinerja yang lebih baik, jadi katalis utama di balik gairah ini.

Yang menarik, reli ini juga merambah ke sektor lain. Saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) naik hampir 300 persen. Tapi pemenang sejati tahun ini mungkin adalah PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA). Sahamnya meledak dengan kenaikan ekstrem 2.463,83 persen! Lonjakan gila-gilaan ini terjadi berbarengan dengan kabar merger dengan MyRepublic Indonesia milik Sinarmas, yang bakal membentuk pemain besar baru di industri telekomunikasi.

Di tengah hingar-bingar saham kedua liner dan konglomerat, saham blue chip tradisional tetap jadi penyeimbang. Telkom (TLKM) masih solid dengan kenaikan 38,53 persen, didorong stabilitas bisnis dan rencana ekspansi. Astra International (ASII) juga naik 48,5 persen, dengan prospek arus kas yang tetap dijagokan banyak pihak.

IHSG Pecahkan Rekor 24 Kali

Hebatnya lagi, sepanjang 2025 IHSG berhasil memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) sampai 24 kali. Angka yang sulit dibayangkan sebelumnya.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, membeberkan detailnya. Puncak penguatan indeks terjadi pada 8 Desember, tepat di level 8.710,69. Momen itu sekaligus mendorong kapitalisasi pasar tembus psikologis baru: Rp16.000 triliun.

"All Time High kita tercapai di 8 Desember dengan nilai 8.711, market cap kita tembus Rp16.000 triliun. Berapa kali all time high selama setahun ini? 24 kali,"

ujar Iman dalam konferensi pers penutupan perdagangan BEI, Selasa (30/12).

Ia menambahkan, capaian 24 kali ATH ini bahkan melampaui catatan periode-periode sebelumnya. Jika dilihat dari kacamata kebijakan fiskal, pergerakan IHSG di era Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memang menunjukkan performa yang agresif.

Statistik bursa hingga akhir tahun pun menggembirakan. Perusahaan tercatat sudah mencapai 956 emiten. Total penggalangan dana di pasar modal menembus Rp278 triliun. Ada 26 perusahaan baru yang IPO dengan dana terkumpul Rp28 triliun, plus enam "lighthouse company" yang memperkuat kredibilitas pasar.

Partisipasi investor juga meledak. Jumlahnya telah melampaui 20 juta. Yang lebih menggembirakan, tingkat aktivitasnya tinggi.

"Investor kita ternyata tembus 20 juta dan yang menarik adalah bahwa lebih dari 900 ribu investor kita aktif trading bulanan dan di atas 250 ribu investor trading harian,"

tutup Iman.

Setiap keputusan investasi, termasuk pembelian atau penjualan saham, merupakan tanggung jawab penuh dari investor.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar