Sinergi PIS dan PT PAL Perkuat Tulang Punggung Maritim Nasional

- Selasa, 30 Desember 2025 | 08:18 WIB
Sinergi PIS dan PT PAL Perkuat Tulang Punggung Maritim Nasional

Rabu lalu, tepatnya tanggal 24 Desember, PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT PAL Indonesia sepakat menjajaki kerja sama lebih lanjut. Mereka menandatangani nota kesepahaman atau MoU. Ini bukan awal hubungan, sih. Sebenarnya, sinergi antara kedua BUMN di sektor maritim ini sudah berjalan sejak pertengahan tahun.

Nah, kerja sama yang dijajaki ini cukup luas cakupannya. Mereka bakal menggarap peluang pembangunan kapal baru, konversi atau modifikasi kapal yang sudah ada, sampai urusan pemeliharaan dan perbaikan armada. Tak cuma soal kapal, pengembangan kapabilitas dan peningkatan skill para pekerjanya juga masuk dalam pembahasan.

Acara penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri. Sementara yang menandatangani dokumen, masing-masing adalah Direktur Utama PIS, Surya Tri Harto, dan CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod.

Simon Mantiri menyambut baik langkah awal ini.

"Ini langkah pertama yang sangat bagus. Kami sangat berterima kasih atas hubungan dan dukungan yang cukup besar dari PT PAL," ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa Pertamina sadar harus terus bertransformasi. "Kami sedang dalam proses untuk membawa industri energi lebih maju lagi," tambah Simon.

Di sisi lain, Surya Tri Harto dari PIS melihat kolaborasi ini sebagai sebuah jawaban. Jawaban atas tantangan kompleks yang dihadapi industri energi saat ini.

“Tantangan energi, baik domestik maupun global, mengharuskan PIS terus memperkuat armada dan layanannya. Sinergi dengan PT PAL ini langkah strategis untuk melayani kebutuhan energi nasional,” jelas Surya.

Namun begitu, menurutnya, MoU ini bukan cuma soal itu. "Ini juga menandai komitmen kami dalam memajukan industri maritim dalam negeri," tegas dia.

Kalau dirunut, kolaborasi ini memang lanjutan dari hubungan yang sudah lama terjalin. PAL selama ini sudah menangani perawatan, perbaikan, bahkan pembangunan beberapa kapal untuk PIS. Jadi, bisa dibilang mereka sedang memperdalam dan memperluas apa yang sudah dibangun.

Posisi PIS sendiri cukup signifikan. Sepanjang tahun ini, mereka berhasil mendistribusikan 161 miliar liter minyak, BBM, dan LPG ke dalam dan luar negeri. Capaian itu tak lepas dari transformasi bisnis yang mereka lakukan, termasuk program peremajaan armada dan pemeliharaan kapal secara rutin.

Armada mereka besar. Sekitar 750 kapal dioperasikan, gabungan dari kapal milik sendiri dan yang disewa. Dari jumlah itu, 111 unit merupakan aset PIS. Dengan skala sebesar itu, wajar kalau PIS disebut sebagai salah satu operator pelayaran terbesar di kawasan Asia Tenggara, melayani pengiriman energi hingga berbagai kebutuhan pelayaran lainnya.

Lalu, bagaimana dari sisi PT PAL? CEO-nya, Kaharuddin Djenod, punya pandangan yang strategis.

Dia bilang, kolaborasi ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk menciptakan kemandirian di industri maritim. Kondisi geopolitik global yang dinamis justru bisa jadi akselerator, mendorong optimalisasi industri dalam negeri.

"Ini adalah satu tangga pertama bagi kita untuk menghidupkan industri secara keseluruhan di Indonesia," kata Kaharuddin.

Menurutnya, jika konsolidasi seperti ini berjalan baik, potensi pasar bisa benar-benar hidup. "Dan akan memberikan "multiplier effect" untuk ekosistem industri maritim,” imbuhnya.

Pada akhirnya, langkah kedua perusahaan ini adalah sebuah upaya strategis. Tujuannya jelas: memperkuat peran Indonesia sebagai negara maritim yang tangguh dan punya daya saing. Dengan mengoptimalkan aset dan jaringan yang dimiliki keduanya, sinergi ini diharapkan bisa membuka peluang baru, menguatkan ekosistem pelayaran nasional, dan tentu saja, memberi nilai tambah bagi perekonomian kita.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar