Tiket Tetap Rp15 Ribu Meski Taman Sari Dibanjiri 30 Ribu Wisatawan

- Rabu, 31 Desember 2025 | 12:24 WIB
Tiket Tetap Rp15 Ribu Meski Taman Sari Dibanjiri 30 Ribu Wisatawan

Antrean panjang masih terlihat di gerbang Taman Sari Yogyakarta hingga siang hari. Ini adalah pemandangan yang cukup biasa selama libur Natal dan Tahun Baru kali ini. Faktanya, pada Senin kemarin, tanggal 29 Desember, jumlah kunjungan ke situs bersejarah itu sudah menembus angka 30 ribu orang sejak liburan dimulai. Rata-ratanya, tiap hari ada 4.000 sampai 5.000 wisatawan yang memadati kompleks bekas kerajaan itu.

Menurut Ridwan Syam, Supervisor Wisata Taman Sari, gelombang pengunjung mulai deras datang sejak tanggal 26 Desember lalu.

“Dari tanggal 24 sampai sekarang, kunjungan masih tinggi. Puncaknya kemarin, antrean sampai jam 1–2 siang. Hari ini memang agak lengang, tapi secara keseluruhan masih tinggi,”

ungkapnya saat berbincang, Selasa (30/12).

Dia memperkirakan, total kunjungan hingga tanggal 31 Desember nanti bisa mendekati 50 ribu orang. Namun begitu, situasi diprediksi akan berubah setelah tahun berganti. Pada tanggal 1 sampai 4 Januari, jumlah pengunjung kemungkinan akan turun, berkisar di angka 3.000 orang per harinya.

Di tengah keramaian yang luar biasa ini, ada satu hal yang tidak berubah: harga tiket masuk. Pengelola dengan tegas menyatakan tidak ada kenaikan tarif selama libur panjang ini. Wisatawan domestik tetap bayar Rp15 ribu, sementara turis asing dikenakan tarif Rp25 ribu.

Ridwan menegaskan komitmen itu. “Sejak saya mengelola Taman Sari dari 2004, kami tidak pernah aji mumpung. Harga tiket tidak pernah dinaikkan karena ramai atau liburan. Itu soal komitmen terhadap aturan,”

tegasnya.

Kalau pun ada penyesuaian harga yang pernah dilakukan, itu semata-mata untuk menutup kebutuhan operasional. Biaya perawatan, penerangan, atau pemeliharaan situs, misalnya. Bukan sekadar memanfaatkan momen liburan.

“Bayangkan, kalau hari biasa 15 ribu lalu saat ramai dinaikkan, itu artinya tidak komit terhadap aturan sendiri. Prinsipnya sederhana: Taman Sari dari tahun 2004, tidak pernah ada kenaikan harga karena momen liburan,”

pungkas Ridwan menjelaskan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar