"Dolar AS juga masih tertekan oleh penambahan likuiditas 40 miliar dolar AS per bulan oleh The Fed yang telah dimulai pertengahan Desember," jelas Lukman.
Dia memperkirakan pergerakan Rupiah akan berada di kisaran 16.650 hingga 16.800.
Dengan suntikan likuiditas besar-besaran dari The Fed itu, ada optimisme pelan. Para pelaku pasar berharap tekanan terhadap mata uang negara berkembang termasuk Rupiah kita bisa sedikit mengendur begitu perdagangan kembali normal usai libur Natal. Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 60% di Tengah Masa Transisi Operasional
Laba Bersih Chandra Asri Melonjak 2.662% Jadi Rp 23,8 Triliun pada 2025
IHSG Berbalik Anjlok 1,21% di Sesi I, Sektor Energi dan Industri Tertekan
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor