Pemerintah Batalkan Target Produksi Nikel dan Batu Bara, Harga Jadi Taruhan

- Minggu, 21 Desember 2025 | 15:24 WIB
Pemerintah Batalkan Target Produksi Nikel dan Batu Bara, Harga Jadi Taruhan

Pemerintah Pangkas Target Produksi Nikel dan Batu Bara di 2026

Pemerintah punya rencana baru untuk dua komoditas andalan: nikel dan batu bara. Lewat RKAB 2026, produksi keduanya bakal dikurangi. Tujuannya jelas, mendongkrak harga yang selama ini tertekan. Langkah ini dinilai tepat, tapi dengan satu catatan penting: butuh koordinasi dengan negara produsen lain.

Menurut sejumlah saksi, komunikasi itu kunci. "Ini langkah pengendalian suplai, sih. Tapi bukan satu-satunya cara," ujar Bisman Bakhtiar, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP).

Ia menambahkan, "Harus dibarengi langkah lain. Termasuk juga perlu ngobrol dengan negara-negara produsen lain. Biar nggak cuma volume yang turun, tapi harga bisa naik signifikan."

Tanpa itu, upaya pemerintah bisa sia-sia. Bisman memproyeksi penurunan harga masih akan berlanjut, terutama untuk nikel dan batu bara. Penyebabnya beragam.

Permintaan global lagi lesu. Untuk batu bara, ada faktor transisi energi yang bikin demand menyusut. Nikel? Nasibnya tak jauh beda. "Enggak jadi dipakai secara masif untuk baterai EV kayak yang dibayangkan sebelumnya," jelas Bisman. Sentimen terkuat tetap kelebihan pasokan dan ekonomi global yang lambat.

Di sisi lain, pengamat energi Tumbur Parlindungan sepakat langkah pemerintah sudah pada jalur yang benar. Tapi ia tak menampik realitas di lapangan: permintaan nikel memang lagi turun.

"Sehingga harga terkoreksi," katanya.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar