Perdagangan saham awal pekan depan, Senin (22/12/2025), diprediksi bakal berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terancam terkoreksi lagi, melanjutkan sentimen lesu yang terlihat di akhir pekan kemarin.
Pada Jumat lalu, IHSG memang hanya turun tipis 0,10 persen ke level 8.609. Tapi jangan salah, tekanan jual masih mendominasi lantai bursa, meski skalanya sudah mulai berkurang. Situasinya tetap rentan.
Analis dari MNC Sekuritas punya pandangan yang cukup teknis. Mereka melihat IHSG saat ini sedang berada di fase wave [iv] dari gelombang 5 berlabel hitam. Artinya, indeks berpotensi terkoreksi dulu untuk menguji zona support di kisaran 8.464-8.560. Tujuannya, menutup area gap tipis yang terbentuk sebelumnya.
Namun begitu, ada juga skenario terburuk yang perlu diwaspadai. Kalau ternyata wave (1) sudah selesai, koreksi yang terjadi bisa jauh lebih dalam. Bisa-bisa IHSG terjun ke area 8.000-an. Cukup mengkhawatirkan, bukan?
Secara level, support kunci IHSG diproyeksikan di 8.553 dan 8.493. Sementara resistance atau penghalang naiknya ada di 8.714 dan 8.821.
Di tengah kondisi yang berawan ini, beberapa saham justru menarik untuk dicermati. Riset MNC Sekuritas menyoroti empat emiten dengan strategi "Buy on Weakness" atau beli saat melemah. Berikut rinciannya.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) kemarin naik 1,40 persen ke Rp1.445, didorong volume beli yang masuk. Analis memperkirakan saham ini sedang dalam bagian wave 4 dari wave (5).
Rekomendasi beli di zona Rp1.235-Rp1.330. Target harga bisa ke Rp1.555 dan Rp1.655. Tapi, cut loss jika tembus di bawah Rp1.165.
Berbeda dengan ENRG, saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) justru terkoreksi 1,62 persen ke Rp3.640. Tekanan jual masih terasa kuat. Posisinya mirip, diduga di wave 4 dari wave (5).
Bisa dipertimbangkan beli di area Rp3.180-Rp3.580. Targetnya Rp3.860 dan Rp4.070. Stoploss ketat di bawah Rp2.970.
Lalu ada PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP). Saham ini menguat 1,26 persen ke Rp8.050 dengan volume beli yang menggembirakan. Posisinya diperkirakan sedang di wave [b] dari wave B.
Rekomendasi beli pada kisaran Rp7.850-Rp7.950. Target harga di Rp8.200 dan Rp8.475. Batas amannya di bawah Rp7.725.
Terakhir, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Saham energi ini naik 1,19 persen ke Rp1.280, juga didukung volume pembelian. Analis menilai posisinya ada di bagian wave (c) dari wave [ii].
Strateginya, beli saat lemah di rentang Rp1.195-Rp1.240. Target harga Rp1.325 dan Rp1.405. Jaga portofolio dengan stoploss di bawah Rp1.165.
Jadi, pekan depan memang penuh kewaspadaan. Tapi di balik koreksi yang mengancam, selalu ada peluang untuk mereka yang jeli membaca pergerakan.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI
Indosat Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun di Tengah Ekspansi Strategi AI
Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 Miliar
Pendapatan HAJJ Tembus Rp287,64 Miliar di Kuartal I-2026, Margin Laba Kotor Melonjak 55 Persen