Jusuf Kalla tampak santai menjawab pertanyaan wartawan di Kuningan, Selasa siang. Topiknya masih seputar potongan video ceramahnya di UGM yang ramai diperbincangkan. Mantan Wakil Presiden dua periode itu memilih untuk tak banyak berkomentar. Ia lebih memilih menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada publik.
"Ah saya, masyarakatlah terserah. Kalau yang merasa dipecah belah, akan mengajukan, terserah saja. Serahkan saja ke masyarakat,"
Ucap JK dengan tenang.
Pernyataan itu ia sampaikan usai bertemu dengan sejumlah tokoh yang terlibat dalam perundingan damai di Poso dan Ambon. Pertemuan itu sendiri, menurutnya, berlangsung baik. Namun begitu, obrolan dengan awak media tak bisa lepas dari isu video viral yang disebut-sebut memuat konten provokatif.
JK mengaku sudah tahu ada laporan masyarakat terkait hal itu. Beberapa kelompok merasa dirugikan oleh konten video yang beredar.
"Kan sudah ada teman-teman dari Maluku, NTT, dari Sulawesi, karena dia merasa dengan itu, mereka ikut dipecah belah,"
jelasnya lagi.
Alih-alih berspekulasi, JK justru mempersilakan aparat dan ahli untuk turun tangan. Ia ingin polisi dan pakar teknologi informasi menelusuri asal-usul video potongan itu. Siapa pembuatnya, dan bagaimana bisa tersebar luas hanya dalam hitungan hari.
"Bagian kami minta polisi, kami minta juga ahli-ahli IT ingin meneliti, ini dari mana asalnya ini? Kan semua lewat IT kan."
Ia kemudian menyoroti durasi video yang singkat itu. "Mengatakan, siapa yang mula-mula masukkan dua kalimat itu? Yang 45 detik atau 50 detik itu. Mengedarkan, siapa yang mengedarkan?"
Soal kemungkinan ada pihak tertentu di balik penyebarannya, JK enggan menduga-duga. Tapi ia yakin teknologi bisa membantu mengungkap fakta. "Saya tidak mau menduga. Tapi lagi sekarang akan diteliti lewat teknologi, siapa itu. Sama dengan siapa yang membikin itu,"
tandasnya, mengakhiri pembicaraan.
Artikel Terkait
Rina Nose Ungkap Post-Op Blues Usai Operasi Plastik Hidung
Wakapolri Resmikan 17 Jembatan untuk Perkuat Konektivitas di Kolaka
Wamen Sosial Dorong Kolaborasi Pemerintah-Swasta untuk Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem 2026
Kemensos Salurkan Bantuan Rp 16,7 Miliar untuk Korban Banjir Langkat