Garis depan peperangan modern tampaknya sedang berubah. Pergeseran ini, kalau kita lihat, mulai benar-benar terasa setelah serangkaian konflik proksi antara Turki dan Rusia di Libya, Suriah, dan tak ketinggalan Azerbaijan.
Di ketiga medan itu, teknologi militer Rusia seperti mendapat pelajaran mahal. Alutsista Turki, terutama drone Bayraktar yang ganas, berulah dengan efektif yang mencengangkan. Tank dan sistem pertahanan udara yang diandalkan, ternyata tak berdaya menghadapi serangan dari langit yang hampir tak bersuara itu.
Namun begitu, perubahan doktrin itu makin kentara dan tak terbantahkan lagi saat perang Ukraina meletus. Ingat di awal invasi? Pasukan Rusia sempat terlihat perkasa, dengan barisan tank panjang merangsek dari Belgorod menuju Kyiv. Parade kekuatan itu seolah akan menggilas segalanya.
Tapi nyatanya, mereka dihajar habis.
Artikel Terkait
Museveni Kembali Menang, Uganda Terbelah di Bawah Bayang-Bayang Ketakutan
Anies Soroti Sawit: Hutan Bukan Cuma Fotosintesis, Petani Kecil Hanya Dapat Remah
Ile Lewotolok Naik Status: 466 Letusan dalam Satu Malam Picu Level Siaga
Video Pengacara Bongkar Klaim Eggi Sudjana Soal Pelukan dengan Jokowi