Di sisi lain, pasar obligasi justru ramai dengan beberapa pencatatan baru. Awal pekan, tepatnya Senin (15/12), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan dua jenis obligasi. Totalnya mencapai Rp 2.300 triliun. PEFINDO memberi peringkat idAAA dan idAA untuk obligasi-obligasi itu, dengan BRI sebagai wali amanat.
Tak ketinggalan, PT Bumi Resources Tbk juga mencatatkan obligasi senilai Rp 780 miliar pada Selasa (16/12). Obligasi berkelanjutan ini mendapat peringkat idA dari PEFINDO.
Kemudian, pada Kamis (18/12), giliran PT Bumi Serpong Damai Tbk yang meramaikan bursa. Perusahaan ini mencatatkan obligasi dan sukuk dengan total nilai fantastis, Rp 1.750,87 triliun. Lagi-lagi, PEFINDO memberikan penilaian yang baik, idAA dan idAA(sy), dengan Bank KB Indonesia sebagai wali amanatnya.
Dengan serangkaian pencatatan itu, landscape pasar obligasi dan sukuk tahun ini semakin padat. Hingga saat ini, sudah tercatat 178 emisi dari 79 emiten dengan nilai Rp 209,39 triliun sepanjang 2025. Akumulasi keseluruhannya sejak awal pun bertambah: 665 emisi dengan nilai outstanding Rp 545,04 triliun plus USD 134 juta lebih, berasal dari 137 emiten.
Selain obligasi korporasi, instrumen lain juga punya porsi. Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat ada 191 seri senilai Rp 6.423,84 triliun. Sementara Efek Beragun Aset (EBA) ada 7 emisi dengan nilai Rp 2,13 triliun.
Artikel Terkait
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Menkeu Purbaya Bicara Beban Jabatan dan Rencana Bantu Pedagang Terbelit Utang
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi