Pasar saham kita, IHSG, kemarin ditutup sedikit melemah di level 8.677. Tapi jangan buru-buru pesimis. Untuk perdagangan hari ini, Kamis 18 Desember, analis justru memproyeksikan penguatan. Indeks diperkirakan bergerak di kisaran 8.600 hingga 8.750.
Secara teknikal, tren menengah-panjang masih terlihat naik. Itu sih kabar baiknya. Namun begitu, dalam jangka pendek, pergerakannya cenderung konsolidasi alias di tempat. Momentum penguatan memang terasa melambat, meski posisi IHSG masih di atas rata-rata pergerakannya yang utama.
Analis Phintraco Sekuritas memberi catatan tersendiri.
“Ada peluang rebound jangka pendek, ditandai dengan sinyal Stochastic RSI. Tapi pergerakan ini masih terbatas. Kami perkirakan IHSG akan berkonsolidasi di kisaran 8.600-8.750, selama penutupan hariannya tidak mampu menembus level 8.750,” tulis mereka dalam laporannya.
Lalu, apa yang mempengaruhi pergerakan ini? Salah satu faktornya adalah keputusan Bank Indonesia kemarin. Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk menahan BI Rate di level 4,75 persen. Suku bunga fasilitas simpanan dan pinjaman juga dipertahankan.
Menurut analis, langkah ini diambil BI untuk menjaga stabilitas Rupiah sekaligus tetap mendorong perekonomian. Meski begitu, pintu untuk penurunan suku bunga di masa depan masih terbuka, asalkan data inflasi dan pertumbuhan ekonomi mendukung.
Di sisi lain, ada angin segar dari data kredit perbankan. Pertumbuhannya terakselerasi jadi 7,74 persen pada November, yang merupakan level tertinggi sejak Juni. Ini tentu didorong oleh paket stimulus pemerintah untuk mendongkrak daya beli.
Artikel Terkait
Demutualisasi BEI: Pintu Terbuka untuk Investor Asing, tapi dengan Aturan Ketat
Wall Street Terperosok, Saham Teknologi Terguncang oleh Gelombang AI
Analis Soroti Peluang IHSG Tembus 8.500, Tapi Waspadai Zona Koreksi Ini
Titiek Soeharto Soroti Kemacetan Kapal di Muara Angke, Trenggono Janji Tindak Lanjut