Lalu bagaimana dengan LPG? Di sisi lain, komoditas yang satu ini juga tak kalah penting. Menurut Bahlil, stok LPG juga dalam kondisi yang cukup sehat, dengan ketahanan sekitar 14 hari. Cukup untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Ia menegaskan, semua angka tadi masih berada dalam koridor standar minimum nasional yang sudah ditetapkan. Artinya, masih ada ruang aman yang cukup lebar.
"Jadi ini semua masih dalam koridor stok standar minimum nasional. Jadi kalau kita untuk Nataru, insyaallah aman. Sekalipun kita kena di persoalan di bencana," tegasnya.
Pernyataan ini tentu ingin meredam kekhawatiran. Libur panjang selalu jadi ujian bagi pasokan energi. Tapi kali ini, pemerintah merasa sudah lebih siap. Mereka berharap masyarakat bisa merayakan hari raya dengan tenang, tanpa perlu kuatir soal ketersediaan BBM atau tabung gas.
Artikel Terkait
Harga CPO Menguat Pekan Ketiga, Didukung Konflik Timur Tengah dan Harga Energi
Saham Energi Boy Thohir Jadi Penopang Pasar di Tengah Pelemahan IHSG
Menkeu Purbaya Bicara Beban Jabatan dan Rencana Bantu Pedagang Terbelit Utang
Bitcoin Koreksi 7% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Revisi Proyeksi Inflasi